Sumenep, Nusantaratoday.id – Krisis pasokan air bersih kembali menghantui warga Desa Pinggirpapas, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep. Penurunan distribusi air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sumenep yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir kini memasuki fase lebih krisis, berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan dasar ribuan warga.
Menurut kesaksian masyarakat, aliran air PDAM tidak hanya melemah, tetapi juga rutin mati pada jam-jam tertentu, terutama pagi hari hingga menjelang Magrib. Dalam dua pekan terakhir, situasi memburuk dengan terjadinya penghentian aliran hampir sepanjang hari. Kondisi geografis Pinggirpapas yang berada di kawasan pegaraman membuat warga tidak dapat mengandalkan sumur bor karena air tanah cenderung asin. Banyak keluarga pun terpaksa membeli air galon untuk kebutuhan sehari-hari, yang pada akhirnya meningkatkan beban ekonomi rumah tangga.
Abu Jamiledy, warga setempat, menyampaikan kekecewaan mendalam atas kualitas layanan PDAM Sumenep. “Kinerja PDAM sangat jauh dari harapan dan tidak sebanding dengan kenaikan tarif yang diberlakukan. Ini sudah berlangsung berbulan-bulan. Kami meminta Bupati dan DPRD Sumenep turun tangan dan menindaklanjuti persoalan ini secara serius,” ujarnya, Senin (17/11).
Ia juga mendesak pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyesuaian tarif air bersih terbaru. “Kenaikan tarif ini sangat membebani masyarakat kecil, apalagi layanan yang diberikan jauh dari memuaskan,” tambahnya.
Sementara itu, pihak PDAM Sumenep menyampaikan bahwa upaya normalisasi aliran air menuju Desa Pinggirpapas terus dilakukan. Namun hingga kini, warga menilai belum terdapat perubahan signifikan di lapangan.
Pewarta: IAM





