Tutup Celah Titipan Dan Pungli, Kepsek SMAN 1 Tanjung Raja Garansi SPMB 2026 Bersih

Berry Pratama
3 min
IMG 20260616 121823
A-AA+A++

Lampung Utara, Nusantaratoday.id – Kepala SMAN 1 Tanjung Raja, Haidir Yusuf, ST., MT., mengambil langkah jaminan mutu dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027. Dalam rapat koordinasi panitia di ruang guru. Haidir menginstruksikan seluruh panitia untuk menutup rapat-rapat celah intervensi dan praktik pungutan liar (pungli). Selasa (16/6/2026).

​Ia menegaskan, proses seleksi tahun ini wajib berjalan bersih, transparan, dan patuh total pada petunjuk teknis (juknis) Dinas Pendidikan Provinsi Lampung. Tidak ada pengecualian, tidak ada “jalur belakang”.

​”Pelaksanaan SPMB di SMAN 1 Tanjung Raja wajib tegak lurus dengan juknis dan arahan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung. Tidak ada istilah siswa titipan, tidak ada permainan di bawah meja. Semua harus akuntabel dan sesuai aturan,” tegas Haidir.

Langkah tegas ini diambil untuk mengawal jalannya proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang telah resmi dibuka sejak 15 Juni 2026. Pada tahun ini, SMAN 1 Tanjung Raja menyediakan kuota sebanyak 288 kursi. Seluruh kapasitas tersebut nantinya akan dibagi secara merata ke dalam 8 rombongan belajar (rombel).

Baca Juga :  Proyek Pembangunan Kantor Kelurahan Pasar Krui Disorot, Peserta Tunggal Diduga Masuk Daftar Hitam

​Proses penerimaan siswa baru tahun ini mengacu pada empat jalur seleksi resmi yang seluruhnya dapat diakses tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Jalur-jalur tersebut meliputi Jalur Domisili dengan kuota sebesar 30 persen, Jalur Afirmasi sebesar 30 persen yang dikhususkan bagi pemegang kartu program bantuan pemerintah (seperti KIP, PKH, KKS, dan KIS) serta penyandang disabilitas, dan Jalur Prestasi dengan porsi terbesar yaitu 35 persen yang mencakup capaian akademik maupun non-akademik.

​Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui situs resmi lampung.spmb.id pada 15–19 Juni 2026. Dilanjutkan dengan verifikasi berkas hingga 22 Juni, pengumuman hasil pada 24 Juni, daftar ulang pada 24–25 Juni, dan diakhiri dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 13–17 Juli 2026.

​Haidir mengimbau masyarakat dan orang tua calon siswa untuk mengabaikan oknum atau calo yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan materi.

​”Seluruh proses ini gratis, tanpa dipungut biaya sepeser pun. Jika ada pihak yang meminta uang dengan modus bisa meloloskan siswa, itu penipuan. Segera laporkan langsung kepada saya atau panitia,” ujarnya tanpa kompromi.

Baca Juga :  Kawal Hak Demokrasi, Polda Sumsel dan Polrestabes Palembang Amankan Aksi Mahasiswa UIN Raden Fatah Secara Humanis

Di luar urusan seleksi, Haidir juga menyoroti paradigma keliru di masyarakat mengenai kasta sekolah. Menurutnya, SMA dan SMK memiliki posisi strategis yang setara dalam membangun masa depan generasi muda. SMA berfokus pada kesiapan akademik menuju perguruan tinggi, sementara SMK mencetak keterampilan siap kerja.

​”Tidak ada kasta dalam pendidikan. SMA dan SMK itu saling melengkapi. Orang tua harus jeli melihat minat dan bakat anak, bukan gengsi. Output-nya sama: mencetak generasi Lampung Utara yang cerdas, berprestasi, dan membanggakan daerah,” jelasnya.

​Pantauan di lokasi menunjukkan posko SPMB SMAN 1 Tanjung Raja telah bersiaga penuh. Panitia memeriksa berkas secara ketat satu per satu demi validitas data, sekaligus aktif mengedukasi warga yang kesulitan melakukan pendaftaran online.

​”Juknis dan arahan Kepala Dinas sudah sangat klir, jaga integritas. Kami berkomitmen penuh menyajikan SPMB yang bersih, objektif, dan akuntabel. Mari kita kawal bersama,” kunci Haidir.