Suara Takbir Menggema Dari Balik Tembok Lapas Cipinang

Berry Pratama
2 min
IMG 20260526 221750
A-AA+A++

 

JAKARTA, NUSANTARATODAY.ID – Suara takbir menggema dari balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang pada Selasa malam (26/5). Gema takbir tersebut mengiringi suasana khidmat menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang akan diperingati esok hari, Rabu (27/5).

Lantunan “Allahu Akbar” yang berkumandang dari masjid dan blok hunian menghadirkan suasana religius; menjadi pengingat tentang nilai keikhlasan, pengorbanan, dan harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

​Momentum malam takbiran tersebut menjadi pembuka rangkaian peringatan Idul Adha di Lapas Cipinang. Rangkaian acara akan diawali dengan pelaksanaan Salat Idul Adha di Lapangan Hijau Lapas Cipinang mulai pukul 06.30 WIB. Kegiatan tersebut akan diikuti oleh seluruh warga binaan beragama Islam bersama jajaran petugas, dengan menghadirkan Ustaz Dian Abdul Su’ud sebagai imam dan khatib.

​Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan bahwa Idul Adha bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan momentum penting untuk memperkuat pembinaan spiritual dan nilai kemanusiaan bagi warga binaan.

Baca Juga :  Hari Lahir Pancasila 2026: Kejati Lampung Teguhkan Integritas, Raih Predikat Kejati Tipe B Terbaik se-Indonesia

​“Hari Raya Idul Adha menjadi pengingat tentang keikhlasan, kepedulian, dan semangat berbagi. Kami ingin momentum ini menghadirkan suasana religius sekaligus memperkuat pembinaan mental warga binaan agar terus memiliki harapan dan semangat memperbaiki diri,” tegas Wachid.

​Ia menambahkan bahwa pembinaan keagamaan merupakan bagian krusial dalam membangun karakter, ketenangan batin, serta kesiapan sosial warga binaan selama menjalani masa pidana.

​Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan, Bambang Setiawan, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan secara matang agar ibadah berjalan aman, tertib, dan khusyuk.

Pihaknya memastikan pengawasan mulai dari malam takbiran, pelaksanaan salat, hingga proses penyembelihan dan distribusi hewan kurban. Menurutnya, momentum ini juga menjadi sarana memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan lapas.

Baca Juga :  Sejumlah Kepala Sekolah di Pemalang Kecewa Terkait Penempatan Tugas yang Jauh dari Domisili

​Hingga malam hari, tercatat sebanyak 10 ekor sapi dan 7 ekor kambing telah diserahkan oleh para dermawan untuk dikurbankan. Menariknya, sebagian hewan kurban tersebut berasal dari partisipasi beberapa warga binaan sebagai bentuk rasa syukur dan wujud kepedulian untuk berbagi dengan sesama.

​Salah satu warga binaan berinisial AR mengaku bahwa malam takbiran di dalam lapas tetap menghadirkan suasana haru dan kebersamaan yang kuat.

“Walaupun berada di dalam, suasana Idul Adha tetap terasa hangat. Takbir membuat hati lebih tenang dan menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri,” ungkapnya.

​Melalui pembinaan keagamaan yang konsisten, Lapas Cipinang menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pemasyarakatan yang humanis dan religius. Hal ini sejalan dengan semangat Pemasyarakatan Kerja Nyata dan Pelayanan PRIMA untuk membentuk warga binaan yang sadar, produktif, dan siap kembali ke masyarakat.