MERIS HANYA 1 METER LAGI! Abrasi Pantai Bantilan Kecamatan Kangayan Sumenep Sudah Dekat ke Jalan Raya, Ketua Pemuda Bantilan Desak  Segera Ada Penanganan

IMG 20260223 WA0172

Sumenep, NusantaraToday.id – Kondisi Bibir pantai di Desa Bantilan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, semakin mengkhawatirkan. Akibat abrasi yang terus berlangsung tanpa kendali, bibir pantai kini hanya berjarak sekitar 1 meter dari jalan raya utama yang menjadi akses penting bagi masyarakat setempat. Senin(23/02/2026) 

Sejak dahulu hingga saat ini, warga mengaku belum pernah merasakan adanya pembangunan talang siring maupun upaya perlindungan pantai apapun di lokasi tersebut. Peningkatan laju erosi telah membuat tanah pesisir terus menyusut dari hari ke hari.

Bacaan Lainnya

“Dulu jarak antara jalan dengan pantai masih cukup jauh, tapi sekarang sudah sangat dekat. Saat ombak besar datang, air laut bahkan hampir menyentuh permukaan jalan,” ujar Sebut saja Sukijan, salah satu warga Desa Bantilan, kepada Awak Media NusantaraToday.. Id

Salah satu pedagang dan pekerja yang beraktivitas di sekitar area tersebut juga mengaku merasa terganggu dan khawatir. Sebut saja Siti Aminah, seorang pedagang kecil di pinggir jalan, menyampaikan bahwa tanah di tepi jalan mulai menunjukkan tanda-tanda retakan dan sebagian kecil sudah tergerus oleh ombak.

“Kami sudah beberapa kali menyampaikan kekhawatiran ini, tapi hingga saat ini belum ada tindakan nyata. Masyarakat kami dengan tegas meminta agar pihak Pemerintah segera melakukan perbaikan atau membangun struktur perlindungan pantai agar abrasi tidak terus berlanjut,” jelasnya.

Dampak yang ditimbulkan tidak hanya mengancam akses jalan raya, melainkan juga rumah-rumah serta fasilitas publik yang berada tidak jauh dari lokasi terdegradasi.

Sampai berita ini diterbitkan, tim NusantaraToday, belum mendapatkan klarifikasi resmi maupun tanggapan apapun dari pemerintah desa Bantilan maupun instansi terkait yang menangani masalah pesisir di Kabupaten Sumenep. Masyarakat berharap pihak berwenang dapat segera melakukan pengecekan lapangan dan mengambil langkah konkret seperti pembangunan talang siring atau penanaman mangrove sebagai langkah antisipasi.(iam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *