FORMASSII Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Lawang Kidul: Rajut Asa di Tengah Puing Duka

Berry Pratama
3 min
IMG 20260616 150152
A-AA+A++

Palembang, Nusantaratoday.id – Musibah tak pernah mengetuk pintu sebelum bertamu. Hanya dalam hitungan menit, amukan api sanggup meluluhlantakkan tempat bernaung, melenyapkan harta benda, dan menyisakan trauma mendalam. Namun, di balik takdir berat yang digariskan Allah SWT, selalu ada jembatan kebaikan yang terbentang lewat uluran tangan mereka yang peduli.

​Bergerak atas panggilan kemanusiaan, Forum Rembuk Masyarakat Siap Aksi Indonesia (FORMASSII) melalui Tim Kepemudaan bergerak cepat ke lokasi bencana. Mereka menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak kebakaran di Lorong Manggar 1, RT 17/RW 02, Kelurahan Lawang Kidul, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang, pada Senin (15/6).

​Kehadiran para relawan FORMASSII di tengah puing-puing sisa kebakaran disambut haru oleh warga. Di sela keterbatasan dan duka yang masih basah, bantuan ini hadir sebagai penegas pesan: mereka tidak sendirian menghadapi ujian ini.

Adapun paket bantuan darurat yang didistribusikan meliputi 15 karung beras premium kemasan 5 kg, 10 kardus mi instan, dan 5 kardus air mineral. Seluruh bantuan ini merupakan buah gotong royong dari para donatur, sahabat FORMASSII, serta masyarakat luas yang bergerak menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu sesama.

Baca Juga :  2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

​Ketua FORMASSII, Ridho Viavasa, menegaskan bahwa aksi ini adalah implementasi nyata dari garis perjuangan organisasi yang harus selalu hadir sebagai solusi di tengah krisis sosial masyarakat.

​”Saat saudara kita kehilangan tempat berteduh dan dipaksa tegar menghadapi kenyataan pahit, runtuh pula sekat-sekat ego kita. Kewajiban morallah yang menggerakkan kami untuk hadir di sini. Bantuan ini mungkin tidak mengganti dinding yang hangus, tapi kami ingin memastikan api harapan di hati mereka tidak ikut padam,” ujar Ridho.

​Ia menambahkan, nilai solidaritas dan gotong royong adalah DNA bangsa yang harus menyala paling terang justru di saat situasi tergelap. Musibah ini adalah ujian kolektif bukan hanya bagi mereka yang kehilangan rumah, tapi juga ujian bagi ketajaman empati nurani kita yang menyaksikannya.

Baca Juga :  Pernyataan Abdul Azis tentang Survei Seismik di Kangean, Bisa Bias

​Isak tangis tak membendung saat prosesi penyerahan bantuan berlangsung. Dukungan moril dan pelukan hangat para relawan menjadi penawar lara yang sangat berarti bagi para korban. Bagi warga, perhatian yang datang secara langsung ini jauh lebih bernilai dari sekadar angka ekonomi, ia adalah bukti otentik adanya cinta sesama manusia.

​Dengan memegang teguh jargon “Peduli, Berbagi, dan Menjalin Tali Asih”, FORMASSII berkomitmen untuk terus konsisten mengawal isu kemanusiaan. Sekecil apa pun kontribusi yang diberikan dengan ketulusan, niscaya akan menjelma menjadi energi besar bagi mereka yang sedang merangkak untuk bangkit.

​Semoga dedikasi para donatur dan relawan dicatat sebagai amal jariyah yang melipatgandakan berkah. Dan bagi para korban terdampak, semoga Allah SWT mengaruniakan samudra kesabaran, meluaskan ketabahan, serta segera mengganti apa yang hilang dengan rezeki yang lebih baik dan berkah.