PEMALANG, NUSANTARTODAY.ID –
Suasana riuh, tawa, hingga tangis mewarnai hari pertama masuk sekolah di salah satu PAUD Penusupan kecamatan Randudongkal pagi tadi.
Ratusan anak usia dini memulai petualangan baru mereka dengan beragam tingkah yang menggemaskan. Di sisi lain, para orang tua sengaja mendaftarkan anak mereka lebih awal ke sekolah formal demi menyelamatkan sang buah hati dari ketergantungan gawai atau gadget.
Langkah kaki mungil dengan tas ransel yang hampir seukuran tubuh mereka mulai memadati halaman sekolah sejak pukul tujuh pagi. Ada anak yang langsung berlari menuju perosotan dengan ceria. Namun, tidak sedikit pula yang enggan melepas genggaman tangan ibunya hingga menangis histeris saat diajak masuk ke ruang kelas.
Tingkah lucu pun terjadi saat sesi perkenalan. Salah satu siswa baru bernama Flamboyan (3.5 ) dengan polosnya justru minta berswafa Foto mengabadikan dirinya di halaman sekolah, pada saat teman temannya asyik bernyanyi.
Tidak hanya itu, anak pertama pasangan Ardiyanto dan Citra inipun juga sibuk membagikan bekal biskuitnya kepada teman sekelasnya sambil memamerkan sepatu barunya yang bisa menyala.
Di balik keseruan dan kepolosan anak-anak ini, ada harapan besar dari orang tua yang mendampingi di luar jendela kelas. Mayoritas orang tua mengaku, alasan utama memasukkan anak mereka ke PAUD bukan sekadar agar cepat pintar membaca, melainkan sebagai langkah darurat mengurangi ketergantungan main Gadget
“Di rumah itu dia sudah mulai kecanduan game di HP. Kalau dilarang, pasti mengamuk. Makanya saya masukkan ke PAUD sekarang supaya dia punya kesibukan positif, bisa bersosialisasi, dan pelan-pelan lupa sama HP-nya,” ujar Citra, salah satu orang tua Senin ( 13/7 ).
Pihak sekolah sendiri telah menyiapkan metode belajar sambil bermain yang interaktif selama masa orientasi ini. Tujuannya agar dunia nyata terasa jauh lebih menyenangkan daripada dunia maya di dalam layar gawai mereka.( Ragil).





