Gedung MTs Pelawe Kritis, Tokoh Pemuda Musi Rawas: Jangan Tunggu Ada Korban Baru Bertindak

Berry Pratama
2 min
IMG 20260729 113006
A-AA+A++

MUSI RAWAS, NUSANTARATODAY.ID — Potret buram pendidikan kembali terlihat di pelosok Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan. Kondisi bangunan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Swasta Pelawe di Kecamatan Bulang Tengah Suku Ulu (BTS Ulu) kini dalam kondisi kritis dan sangat membahayakan keselamatan para siswa.

​Hasil pantauan memperlihatkan kerusakan fatal pada bagian atap dan plafon yang telah mengering serta melapuk. Kerusakan ini tak sekadar merusak pemandangan, tetapi menjadi ancaman nyata yang sewaktu-waktu dapat roboh dan menimpa aktivitas belajar mengajar di dalamnya. Selasa (28/7/2026).

​Ruang-ruang kelas pun tampak tak terawat, mengelupas, dan usang menjadi saksi bisu minimnya perhatian peremajaan fasilitas. Ketakutan para guru dan siswa kian memuncak setiap kali cuaca buruk, hujan deras, dan angin kencang melanda wilayah tersebut.

Baca Juga :  Kadisdikbud Lampung Apresiasi SMAN 1 Tegineneng: 99,42 Persen Lulusan Berhasil Tembus PTN

​”Sekolah ini tumpuan utama anak-anak kami. Jangan tunggu ada korban jiwa baru pemerintah bertindak. Kami minta fasilitas ini segera diperbaiki,” tegas salah seorang warga lokal.

​Nada keprihatinan serupa disuarakan Andilala, tokoh pemuda asal Desa Pelawe. Ia menyoroti ketimpangan fasilitas pendidikan yang mengabaikan hak-hak dasar anak di pedesaan.

​”Pendidikan itu investasi, bukan sekadar pelengkap statistik. Sangat ironis melihat anak-anak kita menuntut ilmu di bawah ancaman atap lapuk. Pemerintah jangan tutup mata,” kritik Andilala.

​Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, Kementerian Agama, dan Dinas Pendidikan untuk berhenti saling lempar tanggung jawab dan segera memasukkan rehabilitasi total gedung MTs Pelawe ke dalam skala prioritas darurat.

Baca Juga :  Siapkan Lulusan Siap Kerja, SMKN 2 Kotabumi Buka Pendaftaran Siswa Baru 2026 Gratis

​Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi. Namun satu hal yang pasti, publik menanti ketegasan dan tindakan nyata pemangku kebijakan sebelum musibah benar-benar terjadi.