Modal Rp 70 Ribu, Mahasiswa USU Luncurkan Buku di UI: Kini Jadi Referensi Akademik

Suyono
3 min
IMG 20260731 WA0109
A-AA+A++

Jakarta, Nusantaratoday.id – Berbekal uang Rp 70 ribu saat merantau dari kampung halaman, Muhammad Ja’far Hasibuan kini meluncurkan buku bertajuk Penemu Biofar SS: Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI). Ia menyebut karya tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat.

“Peluncuran ini menjadi bukti bahwa keterbatasan sosial dan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk menghasilkan karya ilmiah yang memenuhi standar akademik dan berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan,” kata Ja’far kepada wartawan, Jumat (31/7/2026).

Ja’far mengatakan seminar dan peluncuran buku yang digelar Mega Press Nusantara itu diikuti sekitar 500 peserta secara luring dan 1.500 peserta secara daring. Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Perpustakaan Nasional RI, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, serta FKM UI.

Menurut Ja’far, peresmian peluncuran buku dilakukan atas nama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melalui perwakilan pimpinan Polri.

Mahasiswa Semester I Program Magister Gizi Kesehatan Masyarakat FKM Universitas Sumatera Utara (USU) itu menceritakan, isi bukunya berangkat dari perjalanan hidup sebagai anak yatim yang berasal dari desa terpencil di Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara.

Baca Juga :  Sambut Hangat Insan Pers, Kepsek SMAN 1 Kotabumi Bangun Sinergi Strategis Demi Kemajuan Pendidikan

Ia mengaku merantau hanya dengan modal Rp 70 ribu dan membiayai kuliah dengan berjualan roti. Dari pengalaman tersebut, Ja’far kemudian melakukan riset, pengujian laboratorium, hingga uji coba di masyarakat yang akhirnya melahirkan inovasi Biofar SS. Meski demikian, formulasi inovasi tersebut masih dirahasiakan.

Ja’far juga mengungkapkan kepercayaan yang diberikan negara melalui Program Beasiswa Kapolri menjadi motivasi baginya untuk mengembangkan penelitian yang memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.

“Seluruh kompetensi dan wawasan yang saya peroleh selama pendidikan saya arahkan menjadi karya terapan dan inovasi yang teruji secara ilmiah agar dapat diakses oleh masyarakat, khususnya kelompok yang memiliki keterbatasan pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Buku setebal lebih dari 400 halaman itu disusun dengan dukungan lebih dari 200 referensi ilmiah lintas disiplin. Menurut Ja’far, buku tersebut tidak hanya berisi kisah perjalanan hidup, tetapi juga mengaitkannya dengan berbagai teori ilmiah yang digunakan dalam bidang kesehatan masyarakat, psikologi, hingga manajemen.

Acara peluncuran dibuka atas nama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang diwakili Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri Komjen Pol R.Z. Panca Putra Simanjuntak. Sambutan Kapolri dibacakan oleh Irjen Pol Andry Wibowo.

Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa karya Ja’far menunjukkan potensi anak bangsa tidak ditentukan oleh latar belakang ekonomi, melainkan oleh kejujuran, disiplin, ketekunan, dan kepedulian sosial.

Baca Juga :  SPMB SMPN 1 Abung Selatan Dibuka, Gratis dan Tanpa Titipan: No Titip, No Jastip

Guru Besar FKM UI, Prof. Adang Bachtiar, menilai buku tersebut memiliki nilai akademik karena mampu menghubungkan pengalaman hidup dengan teori-teori ilmiah yang relevan. Ia juga menyebut karya tersebut telah menjadi bahan diskusi di kalangan akademisi dan dinilai membuka peluang bagi Ja’far untuk melanjutkan studi doktoral di Harvard University.

Apresiasi juga datang dari Guru Besar FKM USU Prof. Zulhaida Lubis, Wakil Dekan II Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung Rosleny Marliani, serta perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI Hendro Wicaksono.

Selain itu, Perpustakaan Nasional RI menetapkan buku Penemu Biofar SS: Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia sebagai salah satu koleksi referensi nasional.

Ja’far menutup keterangannya dengan menyampaikan rasa syukur sebagai penerima Beasiswa Kapolri. Ia mengucapkan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas kesempatan yang diberikan untuk menempuh pendidikan di Universitas Sumatera Utara.

“Kepercayaan besar yang diberikan negara ini tidak pernah saya sia-siakan. Segala ilmu yang dipelajari saya wujudkan dalam karya dan inovasi agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.