Pasar Dekon Kotabumi Mangkrak Pedagang Desak Pemerintah Bertindak Tegas

Berry Pratama
2 min
IMG 20260526 WA0240
A-AA+A++

LAMPUNG UTARA, NUSANTARATODAY.ID – Revitalisasi Pasar Dekon Kotabumi, yang semula digadang-gadang menjadi ikon pasar modern di Kabupaten Lampung Utara, kini justru memicu kekecewaan dan keresahan di kalangan pedagang.

Proyek yang dijanjikan membawa wajah baru bagi pusat ekonomi rakyat tersebut hingga kini belum menunjukkan progres signifikan; sementara itu, kepastian penyelesaiannya pun masih buram.

​Para pedagang yang telah lama direlokasi ke tempat penampungan sementara mengaku semakin tertekan. Selain fasilitas yang terbatas, kondisi pasar relokasi dinilai tidak mampu mendukung aktivitas perdagangan secara maksimal. Dampaknya, omzet pedagang terus merosot tajam jika dibandingkan dengan kondisi sebelum revitalisasi dimulai.

​“Sudah lama kami bertahan di tempat sementara, tapi sampai sekarang belum ada kepastian kapan bisa kembali berdagang di pasar yang baru,” keluh salah seorang pedagang yang engan disebutkan namanya, Selasa (26/5/2026).

​Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara bersama pihak pengembang sempat menyampaikan optimisme bahwa Pasar Dekon akan selesai dan menjadi pusat perdagangan modern pada tahun 2026.

Baca Juga :  Program BK di Desa Lalangon Tak Jelas, Kades Tak Transparan

Namun, realita di lapangan justru memunculkan tanda tanya besar. Berdasarkan informasi yang beredar, progres pembangunan disebut baru mencapai sekitar 30 persen, sedangkan target penyelesaian terus bergeser tanpa adanya penjelasan resmi kepada publik.

​Situasi ini membuat para pedagang mulai kehilangan harapan. Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, mereka merasa hanya diberi janji manis tanpa kepastian nyata, sehingga terpaksa bertahan dalam ketidakjelasan yang berkepanjangan.

​Selain persoalan lambannya pembangunan, aspek pengawasan proyek turut menjadi sorotan tajam. Beberapa insiden dilaporkan sempat terjadi di area pembangunan, termasuk material bangunan yang menimpa kios relokasi pedagang hingga rumah warga di sekitar proyek. Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran serius terkait aspek keselamatan kerja dan keamanan lingkungan sekitar.

​Kini, publik mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam mengawasi proyek strategis tersebut. Pemerintah dinilai tidak boleh hanya hadir saat seremoni dan penyampaian janji; sebaliknya, mereka harus responsif ketika pedagang mulai mengeluhkan dampak kerugian yang dialami.

Baca Juga :  Spanduk Pengawasan Ormas SPPG Candi Rejo Jadi Tanda Tanya Warga

​Revitalisasi Pasar Dekon sejatinya bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan tumpuan harapan ratusan pedagang kecil yang menggantungkan hidup dari aktivitas jual beli setiap hari. Ketika proyek berjalan lambat tanpa transparansi, masyarakat kecillah yang paling merasakan dampaknya.

​Oleh karena itu, pedagang mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas terhadap pengembang agar pembangunan berjalan sesuai komitmen. Transparansi mengenai target penyelesaian sangat dinantikan agar keresahan masyarakat tidak terus berlarut.

Bagi para pedagang, yang dibutuhkan saat ini bukan lagi sekadar janji tentang “pasar modern”, melainkan kepastian untuk kembali berdagang dengan layak guna menghidupkan kembali denyut ekonomi Pasar Dekon Kotabumi.