Prabowo Peringatkan BUMN: Stop Laporan Palsu dan Rekayasa Angka

Berry Pratama
2 min
IMG 20260814 WA04662 scaled
A-AA+A++

Jakarta, Nusantaratoday.id — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen tanpa kompromi terhadap praktik manipulasi laporan keuangan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Beliau menekankan pentingnya transparansi penuh dan melarang keras manipulasi data demi menyajikan angka-angka akademis yang semata-mata menyenangkan pimpinan.

​Pesan tegas tersebut disampaikan Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (14/8).

​Prabowo menggarisbawahi bahwa setiap BUMN wajib menyajikan data secara sungguh-sungguh dan akurat, meskipun realitas di lapangan tidak selalu sesuai harapan.

​“Saya ingatkan kembali, kita tidak memberikan toleransi sedikit pun pada permainan angka maupun laporan palsu. Kita wajib memegang data yang jujur dan tepat, betapa pun pahitnya kenyataan tersebut,” ujar Prabowo.

Baca Juga :  Bupati Lampung Utara, Koperasi Kunci Kemandirian Ekonomi Daerah

​Pemerintah telah melakukan audit menyeluruh atas laporan keuangan BUMN tahun 2024. Dari hasil koreksi mendalam, ditemukan bahwa laba bersih BUMN sebenarnya berada di angka Rp186 triliun, dengan kontribusi dividen kepada kas negara sebesar Rp85,5 triliun.

​Berkat pembenahan tata kelola (good corporate governance) yang konsisten, laba BUMN pada 2025 melesat hingga Rp326 triliun melonjak 75,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

​“Capaian Rp326 triliun ini adalah murni keuntungan riil, tanpa rekayasa angka,” tegasnya.

​Terkait setoran dividen 2025, laporan awal mencatatkan angka Rp142,3 triliun (naik 67 persen). Namun, Prabowo menekankan pentingnya memperhitungkan nilai Penyertaan Modal Negara (PMN) yang dikucurkan pada tahun berjalan demi mendapatkan potret dividen neto yang transparan.

​Setelah memperhitungkan faktor PMN, dividen neto BUMN tahun 2025 tercatat sebesar Rp138 triliun. Angka ini melonjak tajam 160 persen jika dibandingkan dengan nilai neto tahun 2024 yang hanya sebesar Rp53 triliun.

Baca Juga :  Prabowo Resmi Lantik Pimpinan Baru Badan Gizi Nasional dan Said Iqbal Hari Ini

​Melanjutkan tren positif tersebut, pemerintah memproyeksikan setoran dividen BUMN pada 2026 menembus Rp200 triliun murni tanpa kucuran PMN.

​“Dalam rentang 2024 hingga 2026, dividen neto kita melonjak dari Rp53 triliun menjadi Rp200 triliun hampir empat kali lipat atau naik 400 persen tanpa perlu disokong PMN,” jelas Prabowo.

​Di akhir pidatonya, Presiden menyampaikan bahwa lompatan kinerja ini menjadi bukti nyata kekuatan pengelolaan institusi yang sehat dan berintegritas.

​“Ini menjadi bukti sah bahwa lewat manajemen berakal sehat dan niat yang bersih tanpa penipuan, keberhasilan nyata dapat kita raih dalam waktu yang sangat singkat,” pungkasnya.

IMG-20260814-WA0147(1)