Nelayan Mati Mesin di Perairan Krakatau Diselamatkan Basarnas, Rezie: Begitu Laporan Masuk Tim Langsung Bergerak

Suyono
2 min
IMG 20260807 WA0010
A-AA+A++

Lampung Selatan, Nusantaratoday.id – Empat nelayan yang kapalnya mengalami mati mesin di Perairan Krakatau, Lampung, berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat oleh Tim Rescue Pos SAR Bakauheni. Basarnas Lampung menyebut respons cepat dilakukan begitu laporan dari keluarga korban diterima.

“Begitu informasi kami terima, tim langsung kami kerahkan menuju lokasi. Alhamdulillah seluruh nelayan berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Ini merupakan wujud komitmen Basarnas untuk memberikan pelayanan pencarian dan pertolongan secara cepat, tepat, dan profesional demi keselamatan masyarakat,” kata Komandan Pos SAR Bakauheni Rezie Kuswara, Rabu (5/8/2026).

Peristiwa itu bermula saat kapal nelayan yang membawa empat orang awak mengalami kerusakan mesin sekitar pukul 17.30 WIB ketika dalam perjalanan pulang menuju Teluk Betung dari Perairan Krakatau.

Basarnas Lampung menerima laporan dari keluarga korban pada Selasa (4/8) sekitar pukul 21.50 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Bakauheni diberangkatkan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 pada pukul 22.10 WIB menuju lokasi yang berjarak sekitar 20,56 mil laut dari Pos SAR Bakauheni.

Baca Juga :  Pecah, Ribuan Warga Padati Penutupan Gawai Dayak Bebantan't Polas Laman ke-III di Sungai Laur

Sekitar pukul 01.15 WIB, tim SAR menemukan keempat nelayan dalam kondisi selamat di koordinat 6°12’35.20″ LS dan 105°28’38.50″ BT atau sekitar 5,61 mil laut dari titik awal laporan.

Para korban kemudian dievakuasi ke Pulau Krakatau Besar untuk berlindung sambil menunggu cuaca membaik.

Setelah kondisi memungkinkan, dua nelayan dibawa menggunakan RIB 02 menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muara Piluk dan tiba sekitar pukul 05.15 WIB. Sementara dua nelayan lainnya tetap berada di Pulau Krakatau Besar untuk mendampingi kapal yang selanjutnya akan ditarik pemiliknya.

Empat nelayan yang berhasil diselamatkan yakni Najiburohman (35), Arman (60), Saiful Bahri (40), dan Marlon (40). Seluruhnya merupakan warga Lempasing, Teluk Betung.

Baca Juga :  Ratusan Warga Sesaki Lapangan Blambangan, Hidupkan Kembali Warisan Permainan Tradisional

Rezie mengingatkan para nelayan agar selalu memastikan kapal dan mesin dalam kondisi laik sebelum melaut. Ia juga meminta nelayan memperhatikan prakiraan cuaca serta membawa perlengkapan keselamatan dan alat komunikasi.

“Kami mengingatkan seluruh nelayan agar selalu mengutamakan aspek keselamatan saat beraktivitas di laut. Apabila mengalami keadaan darurat, segera hubungi Basarnas melalui Call Center 115 atau Com Center Basarnas Lampung 082180048006 agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,” ujarnya.

Operasi SAR melibatkan Tim Rescue Pos SAR Bakauheni dengan dukungan RIB 02, Aqua Eye, Underwater Search Device (UWSD), peralatan selam, perangkat komunikasi, alat pelindung diri, serta perlengkapan pendukung lainnya. Saat operasi berlangsung, cuaca dilaporkan berawan dengan tinggi gelombang berkisar 0,8 hingga 1 meter.

Seluruh korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat sehingga operasi SAR resmi ditutup.