Dilema Warga Rogojampi: Imbas Akses Alternatif Ditutup, Jalur Utama Lumpuh Setiap Pagi

Berry Pratama
1 min
IMG 20260811 WA01751 scaled
A-AA+A++

Banyuwangi, Nusantaratoday.id – Kemacetan parah kerap mewarnai arus lalu lintas setiap pagi di perlintasan kereta api sebelah selatan Stasiun Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi. Kepadatan lalu lintas ini melonjak signifikan setelah akses jalan pintas yang biasa dimanfaatkan pengendara roda dua resmi ditutup.

Penutupan jalur alternatif dari arah barat menuju SMPN 2, SMPN 3, dan SMK PRO Rogojampi berdampak signifikan pada kepadatan lalu lintas. Padahal, arus kendaraan sebelumnya relatif lancar. Kemacetan mulai terjadi menjelang jam masuk sekolah, seperti pada Selasa (11/8/2026) pukul 06.45 WIB.

Baca Juga :  Paradoks Fiskal Lampung Utara: Hak DBH Rp100 Miliar Mandek, Syahwat Berutang Rp150 Miliar Malah Dikebut

​Pemerintah Desa Gitik sebenarnya telah mengajukan pembukaan jalur pintas baru di sebelah utara, sekitar 150 meter dari Stasiun Rogojampi.

​”Kami sudah mengajukan permohonan kepada pihak terkait agar membuka kembali akses jalan untuk roda dua guna mengurai panjangnya antrean kendaraan,” ujar perwakilan Pemdes Gitik, Su, beberapa bulan lalu.

​Sayangnya, hingga kini usulan tersebut belum juga terealisasi. Di sisi lain, lebar badan jalan utama saat ini dinilai tidak mampu menampung lonjakan volume kendaraan. Akibatnya, setiap kali palang perlintasan ditutup, waktu tunggu dan penumpukan kendaraan bisa mengular hingga 8 hingga 12 menit.

Baca Juga :  Geger Isu Gaji Karyawan di Bawah Standar, FIFGROUP Lampung Utara Bongkar Fakta Slip Gaji Sebenarnya

​Mengantisipasi kondisi tersebut, para pengguna jalan khususnya pelajar dan pekerja kantor diimbau untuk mencari jalur alternatif lain. Pengendara roda empat sangat disarankan menghindari area perlintasan ini demi mencegah keterlambatan aktivitas harian.