Larung Syukur di Pantai Perawan: Petik Laut Suro Sido Asri Meriah, Kades Ingatkan Keselamatan Nelayan

Berry Pratama
2 min
IMG 20260709 174230
A-AA+A++

MALANG, NUSANTARATODAY.ID – Ratusan warga dan wisatawan memadati Pantai Perawan di Desa Tambak Asri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, untuk menyaksikan tradisi tahunan Petik Laut Bulan Suro. Di balik kemeriahan dan pesona adat yang dihadirkan, momentum ini menjadi pengingat sakral akan pentingnya menjaga keselamatan para penjaga samudra.

​Acara yang sarat akan nilai budaya ini dihadiri langsung oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sumbermanjing Wetan, perangkat desa, serta segenap elemen masyarakat dan nelayan setempat. Kamis (09/07/26).

​Digelar pada bulan Suro yang disakralkan oleh masyarakat Jawa, ritual Petik Laut ini bukan sekadar seremonial. Tradisi ini merupakan simbol harmoni antara manusia dan alam sebuah ungkapan syukur atas melimpahnya rezeki hasil laut sekaligus doa permohonan perlindungan dari segala marabahaya.

Baca Juga :  Bagai Negeri Dongeng, Kala Temu Aceh Tengah Jadi Destinasi Selebrasi Favorit Gen Z

​Dalam sambutannya, Kepala Desa Sido Asri, Andiek Ismanto, memberikan pesan mendalam bagi warga pesisir. Beliau menegaskan bahwa sekaya apa pun hasil laut yang dikejar, keselamatan jiwa harus tetap menjadi panglima.

​”Bagi seluruh nelayan dan pencari ikan, keselamatan saat melaut adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Ingat, ada keluarga tercinta yang menanti kepulangan Anda di rumah dengan selamat,” ujar Andiek Ismanto.

​Suasana khidmat sekaligus meriah menyelimuti sepanjang garis Pantai Perawan. Kehadiran unsur Forkopimcam Sumbermanjing Wetan menambah khazanah pentingnya acara ini, merefleksikan dukungan penuh pemerintah terhadap pelestarian warisan budaya lokal sekaligus kesejahteraan masyarakat pesisir.

Baca Juga :  Tempuh Ratusan Kilometer, Seorang Sopir Bis Kembalikan Dompet Penumpangnya Yang Terjatuh

​Acara ditutup dengan penuh haru dan kebersamaan. Gemuruh ombak Pantai Perawan seolah menjadi saksi betapa kuatnya ikatan batin warga Desa Sido Asri dengan laut yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan mereka.