Pecah, Ribuan Warga Padati Penutupan Gawai Dayak Bebantan’t Polas Laman ke-III di Sungai Laur

Berry Pratama
4 min
IMG 20260707 102739
A-AA+A++

KETAPANG, NUSANTARATODAY.ID – Kemeriahan dan gema tradisi Gawai Dayak Bebantan’t Polas Laman ke-III yang menyelimuti masyarakat Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, resmi ditutup pada Senin (6/7/2026). Acara adat yang berlangsung khidmat dan semarak selama sepekan penuh ini sukses menyedot perhatian ribuan warga.

​Penutupan ritual adat ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ketapang mewakili Bupati, Anggota DPRD Fraksi Gerindra, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sungai Laur, Ketua DAD Sungai Laur, Ketua DAD Simpang Dua, Camat Sandai, serta para kepala desa se-Kecamatan Sungai Laur.

​Hadir pula Ketua POM Sungai Laur, Ketua MABT, Ketua MABM, para Demong adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta barisan Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR).

​Dalam sambutannya, Ketua Panitia Pelaksana, Yohanes Markus, memaparkan bahwa ritual adat Bebantan’t Polas Laman ke-III merupakan agenda tahunan yang konsisten dilaksanakan demi menjaga warisan leluhur.

​”Bebantan’t Polas Laman adalah ritual adat suku Dayak untuk melestarikan budaya dari generasi sebelum kita. Ritual ini merupakan wujud syukur atas rezeki dan berkah kesehatan dari Sang Pencipta selama setahun terakhir, sekaligus doa agar kita semua terhindar dari marabahaya dan bencana,” ujar Yohanes.

​Yohanes menekankan bahwa esensi dari gawai adat ini bukan sekadar hiburan musiman, melainkan sarana edukasi krusial bagi generasi muda.

​”Rangkaian acara ini bukan sekadar keramaian biasa, tetapi ruang bagi generasi penerus untuk menyaksikan dan memahami bahwa adat istiadat suku Dayak sangat kaya dan wajib dilestarikan,” imbuhnya.

​Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kru panitia, warga adat, donatur dari perusahaan swasta, serta Pemerintah Kabupaten Ketapang atas dukungan penuhnya dari tanggal 30 Juni hingga 6 Juli 2026 sehingga acara berjalan tanpa hambatan.

Baca Juga :  Momentum 10 Muharam, Lapas Kendal Perkuat Silaturahmi Dengan Masyarakat Desa Binaan

​”Terima kasih khusus kepada Bupati Ketapang dan jajaran OPD yang telah mendukung gawai ini sekaligus meresmikan kantor desa kami yang baru,” kata Yohanes.

​Yohanes juga memberikan pesan motivasi kepada anak-anak mudi yang mengikuti perlombaan seni dan ketangkasan tradisional seperti menyumpit.

​”Untuk anak-anak kami, teruslah berlatih agar tradisi ini semakin mahir. Bagi para pemenang, pertahankan prestasinya. Bagi yang belum berhasil, kuatkan tekad dan terus berkarya agar bisa menjadi juara di gawai selanjutnya,” pungas Yohanes.

​Ketua DAD Kecamatan Sungai Laur yang baru terpilih, Mikael Dodik, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran acara yang dipusatkan di halaman Rumah Adat Dayak Lawang’k, Desa Bengaras ini.

​”Puji Tuhan, seluruh rangkaian acara berjalan sesuai harapan. Gawai tahun ini terasa sangat spesial bagi Desa Bengaras karena dirangkai dengan peresmian Kantor Desa Bengaras yang baru serta Pemilihan Ketua DAD Kecamatan. Saya berterima kasih atas amanah dari 11 Demong adat yang memilih saya. Ini menjadikan Gawai ke-III sebagai momen yang sangat krusial bagi warga adat,” tutur Dhodik.

​Senada dengan hal tersebut, Camat Sungai Laur, Donatus Kantek, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menyoroti dampak positif acara ini terhadap sektor ekonomi lokal.

​”Antusiasme masyarakat luar biasa, dihadiri hingga ribuan orang. Hal ini tentu berdampak langsung pada peningkatan perekonomian warga sekitar dan para pelaku UMKM. Terima kasih juga kepada seluruh lapisan masyarakat yang terus menjaga silaturahmi dan toleransi, sehingga Sungai Laur tetap rukun, damai, dan kondusif,” ungkap Camat.

Baca Juga :  Pelabuhan Teluk Bara Buru Berhenti Beroperasi, Ekonomi Dua Provinsi Terhambat

​Gawai Dayak Bebantan’t Polas Laman ke-III ini resmi ditutup oleh Bupati Ketapang yang diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata, Andreas Hardi. Dalam pidatonya, Andreas menegaskan komitmen pemerintah daerah yang merangkul seluruh etnis di Kabupaten Ketapang tanpa tebang pilih.

​”Pemerintah daerah berkomitmen penuh dan tidak membeda-bedakan suku atau etnis dalam memberikan dukungan pada kegiatan gawai adat dan budaya. Di mata Pemda, semua setara, tidak ada yang dianak-tirikan,” tegas Kadispar.

​Ia menambahkan bahwa bantuan dana hibah untuk pembangunan rumah ibadah maupun rumah adat akan terus direalisasikan secara bertahap (bececat), menirukan komitmen yang sering disampaikan Bupati Ketapang.

​”Untuk Rumah Adat Dayak di Desa Bengaras dan Rumah Adat Melayu di Pasar Laur, dipastikan akan dibantu hingga tuntas. Saat ini, se-Kabupaten Ketapang sudah ada 274 rumah adat yang dibangun, dan kami berkomitmen menyelesaikan yang belum rampung. Termasuk beberapa rumah adat di Sungai Laur, Desa Muara Jekak, dan Rumah Adat Melayu di Sandai, targetnya tahun ini hingga tahun depan akan diselesaikan,” dikatakan Andreas Hardi.

​Prosesi penutupan Gawai Adat Dayak Bebantan’t Polas Laman ke-III ditandai dengan pemukulan gong sebanyak 7 kali oleh Kepala Dinas Pariwisata Andreas Hardi, disaksikan oleh ribuan pengunjung dan tamu undangan yang hadir.

​Sepanjang gelaran, suasana malam penutupan berlangsung meriah berkat hiburan musik dari LMS Entertainment dan Mustika Entertainment. Jalannya acara terpantau tertib, aman, dan lancar di bawah pengamanan ketat dari personel Koramil 05, Polsek Sungai Laur, serta barisan Pasukan Merah (TBBR). (R)