PEMALANG, NUSANTARATODAY.ID – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Masjid At-Taubah pada Jumat (3/7), saat Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pemalang kembali menggelar program pembinaan kerohanian bertajuk Rutan Bersholawat.
Sebanyak 78 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) larut dalam kekhusyukan. Mereka bersama-sama melantunkan pujian agung kepada Nabi Muhammad SAW. Gema sholawat yang mengangkasa di dalam masjid tidak hanya menciptakan atmosfer religius yang menyejukkan, tetapi juga menjadi momentum refleksi mendalam dan penyejuk batin bagi para warga binaan.
Program Rutan Bersholawat merupakan pilar penting dalam pembinaan kepribadian yang rutin diselenggarakan oleh Rutan Pemalang. Kegiatan ini dirancang untuk membangkitkan kesadaran spiritual, menghadirkan ketenangan jiwa, serta memperkokoh nilai-nilai keagamaan sebagai bekal berharga selama menjalani masa pembinaan dan persiapan kembali ke masyarakat.
Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Pemalang, Akbar Priambodo, menegaskan bahwa pendekatan keagamaan memegang peran krusial dalam rekonstruksi karakter warga binaan. Menurutnya, bersholawat bukan sekadar rutinitas formal, melainkan sebuah jembatan hati untuk menumbuhkan kesadaran diri dan mempertebal keimanan.
”Melalui Rutan Bersholawat, kami berharap warga binaan dapat mengetuk pintu langit, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan meneladani kemuliaan akhlak Rasulullah SAW. Momen ini adalah sarana introspeksi sekaligus pemantik motivasi untuk berbenah. Kami percaya, pembinaan spiritual yang konsisten akan melahirkan pribadi baru yang lebih baik. Sehingga kelak saat bebas, mereka siap melangkah menjadi individu yang bermanfaat bagi keluarga, lingkungan, dan bangsa,” tutur Akbar Priambodo.
Selain memupuk rasa cinta kepada Rasulullah SAW, kegiatan ini juga mempererat tali kebersamaan dan menanamkan sikap saling menghargai antar-warga binaan. Pembinaan kerohanian ini menjadi manifestasi nyata dari tujuan hakiki pemasyarakatan: membimbing warga binaan agar menyadari kekeliruan masa lalu, memperbaiki diri, dan teguh untuk tidak mengulangi tindak pidana.
Melalui program Rutan Bersholawat, Rutan Pemalang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembinaan yang seimbang. Tidak hanya menempa keterampilan fisik dan kemandirian, tetapi juga menyentuh aspek mental dan spiritual. Dengan pembinaan yang berkelanjutan ini, diharapkan para WBP kelak keluar sebagai pribadi yang religius, berakhlak mulia, dan siap mengukir lembaran hidup baru yang lebih berkah.





