Luncurkan Program PLTS 100 GWp, Presiden Prabowo: Indonesia Akan Benar-Benar Mandiri Energi

Berry Pratama
2 min
MSA 3118 scaled
A-AA+A++

Jembrana, Nusantaratoday.id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen besar bangsa untuk mewujudkan kemandirian energi nasional secara berdikari. Langkah strategis ini diawali dengan meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Gigawatt peak (GWp) di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa-Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Selasa (25/8).

​Dalam arahannya, Presiden menekankan pentingnya target kerja yang terukur serta berorientasi pada hasil konkret. Beliau mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk membuktikan capaian nyata dari program ini dalam beberapa tahun ke depan.

​”Tiga tahun lagi kita kumpul kembali. Pemerintah fokus bekerja dengan bukti nyata. Menteri ESDM telah menyampaikan hitungan penghematannya, jadi saya tidak perlu mengulangnya agar pidato ini tetap singkat dan efektif,” ujar Presiden.

​Lebih dari sekadar penambahan kapasitas listrik, Presiden menegaskan bahwa proyek PLTS 100 GWp merupakan pilar utama daya tahan bangsa agar tidak rentan terhadap krisis global.

Baca Juga :  16 Jam Menembus Neraka Timur Tengah, Kisah Menegangkan Kapal Pertamina Gamsunoro Taklukkan Selat Hormuz

“Kita tidak boleh goyah oleh gejolak apa pun yang terjadi di belahan dunia mana pun,” tegasnya.

​Indonesia dianugerahi potensi energi yang melimpah, mulai dari sinar matahari, panas bumi (geothermal), hingga cadangan gas dan minyak bumi. Seluruh potensi tersebut harus dioptimalkan demi menghentikan ketergantungan pada pasokan luar negeri.

​”Dengan tambahan 100 GW, potensi geothermal, penemuan ladang gas baru, serta peningkatkan lifting minyak, kita harus menghentikan impor minyak bumi secara total,” lanjut Presiden.

​Tidak hanya minyak bumi, Presiden juga menargetkan penghentian impor LPG dalam waktu sesingkat-singkatnya. Di sela-sela pidato, Beliau secara langsung mengonfirmasi kesiapan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mengakselerasi target tersebut.

​”InsyaAllah, dalam waktu singkat, tidak boleh ada lagi satu tabung LPG pun yang kita impor. Menteri ESDM, sanggup” ?. Dikatakannya.

​Presiden turut menyampaikan apresiasi tingginya kepada jajaran Kabinet Merah Putih, seraya mendorong para menteri untuk terus berani mengeksekusi target-target besar nasional.

Baca Juga :  Deret Kontroversi Dadan Hindayana Selama Menjabat Kepala BGN Hingga Resmi Kenakan Rompi Pink Kejagung

​”Terima kasih kepada seluruh jajaran menteri. Tetap semangat dan jangan pernah ragu untuk melangkah,” tutur Beliau.

​Melihat solidnya kerja sama tim, Presiden optimistis target 100 GWp dapat direalisasikan lebih cepat dari rencana awal. Beliau merefleksikan keberhasilan percepatan swasembada pangan yang mampu dicapai hanya dalam satu tahun dari target awal empat tahun.

​”Dulu swasembada pangan saya beri target empat tahun, namun tim berhasil menuntaskannya dalam satu tahun. Jika untuk sektor energi ini saya beri target awal tiga tahun, saya yakin tim mampu menyelesaikannya dalam dua tahun,” ucap Presiden.

​Sebagai bentuk motivasi, Presiden pun melontarkan tantangan berhadiah tanda kehormatan bagi jajaran yang berhasil memenuhi target percepatan tersebut.

“Jika berhasil diwujudkan dalam dua tahun, tim energi akan menerima penghargaan bintang,” pungkasnya

IMG-20260904-WA0396