Kesemrawutan Pedagang dan Parkir di Depan Pasar Bojongbata Perlu Penanganan Serius

Berry Pratama
2 min
IMG 20260524 213701
A-AA+A++

PEMALANG, NUSANTARATODAY.ID – Kesemrawutan arus lalu lintas yang terjadi setiap pagi di depan Pasar Bojongbata, Pemalang, Jawa Tengah, perlu segera mendapatkan penanganan serius, terutama pada jam sibuk.

​Berdasarkan pantauan, kemacetan di depan pasar tradisional ini sudah berlangsung cukup lama. Ada beberapa penyebab tersendatnya arus lalu lintas, di antaranya melubernya pedagang yang memenuhi badan jalan serta deretan parkir sepeda motor hingga dua lapis. Kondisi ini menambah kesemrawutan yang berpotensi menimbulkan kerawanan kecelakaan dan kemacetan panjang.

​Widi (50), seorang warga Kecamatan Pemalang, mengeluhkan kondisi tersebut. Menurutnya, kesemrawutan di depan Pasar Bojongbata harus segera ditangani oleh pihak terkait demi kenyamanan pengguna jalan.

Baca Juga :  Advokat Muda Saobi Dukung Penuh Aktivitas Eksploitasi Migas di Kangean Demi Kemakmuran Warga

​”Untuk tempat parkir, bisa dicarikan solusi dengan berkomunikasi kepada warga yang memiliki lahan di sebelah pasar. Dengan begitu, parkiran tidak menempati badan jalan dan tidak mengganggu lalu lintas,” keluhnya, Minggu (24/5/2026).

​Sementara itu, Lurah Bojongbata, Mirza Ahmad Faishal, membenarkan bahwa setiap pagi hingga siang hari kawasan pasar memang penuh sesak oleh aktivitas jual beli.

​”Biasanya kalau pagi memang penuh sesak dan pada jam-jam tertentu sangat rawan. Kami sudah sering mengingatkan para pedagang dan tukang becak supaya menjaga keamanan serta ketertiban. Ke depannya, kami akan berkoordinasi dengan pihak Dishub untuk penanganannya,” ujar Mirza.

Baca Juga :  AJS Siap Audiensi dengan KPP Pratama Pamekasan, Dorong Transparansi Pajak Rokok di Sumenep

​Informasi yang dihimpun dari beberapa sumber menyebutkan bahwa sempat ada rencana relokasi Pasar Bojongbata ke area dekat lapangan sepak bola setempat. Rencana tersebut bahkan sudah beberapa kali dibahas bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang.

​Namun, hingga saat ini rencana tersebut masih sebatas wacana. Meski telah terjadi pergantian kepala daerah, kemacetan di Pasar Bojongbata setiap pagi hingga siang hari masih menjadi pemandangan rutin bagi para pengendara, seolah menjadi “ikon” pasar yang terletak di jalur provinsi tersebut.