ACEH TENGAH, NUSANTARATODAY.ID — Isak tangis warga memecah keheningan di Kampung Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (9/8/2026). Warga hanya bisa pasrah menyaksikan rumah dan harta benda mereka perlahan habis dilalap si jago merah.
Kebakaran hebat ini diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik. Kobaran api yang muncul tiba-tiba dengan cepat membesar dan menjangkau pemukiman padat penduduk tersebut. Antar bangunan yang saling berdempetan membuat si jago merah kian leluasa menjalar dari satu rumah ke rumah lainnya.
Kawasan yang terdampak dikenal sebagai area Pasar Besar Kampung Jagong Jeget pusat perbelanjaan kebutuhan pokok tidak hanya bagi warga setempat, tetapi juga masyarakat dari Kecamatan Linge.
Peristiwa naas ini terjadi di tengah antusiasme warga dan pemerintah setempat yang sedang bersiap menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia. Dekorasi gapura, umbul-umbul, dan bendera Merah Putih yang menghiasi sepanjang lorong pemukiman kini ikut hangus menjadi abu. Kemeriahan yang digagas warga berubah menjadi suasana duka mendalam.
Mila, salah seorang saksi mata di lokasi kejadian, mengungkapkan betapa cepatnya api meratakan pemukiman mereka.
”Api menjalar sangat cepat karena mayoritas bangunan rumah warga terbuat dari papan. Ditambah cuaca yang lumayan panas dan angin kencang, api jadi semakin membesar dan sangat sulit dipadamkan,” tutur Mila.
Warga hanya sempat menyelamatkan barang-barang seadanya yang ringan, seperti kasur, selimut, dan beberapa perabotan rumah tangga, sembari berlari menjauhi kobaran api.
Akibat musibah ini, puluhan rumah warga hangus tak bersisa. Selain kerugian materiil, dilaporkan terdapat dua korban luka, yaitu seorang wanita (40 tahun) mengalami luka bakar cukup serius, seorang balita (2 tahun) mengalami luka-luka akibat dampak kebakaran.
Kedua korban langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis secara intensif.
Guna menjinakkan kobaran api, sebanyak dua unit armada pemadam kebakaran (Damkar) telah dikerahkan ke lokasi kejadian sejak Minggu pagi. Petugas bersama warga bahu-membahu berupaya memadamkan sisa-sisa api dan mengamankan area sekitar.





