Dari Aspri Artis ke Kursi Petinggi BUMN: Mengintip Profil Mufli Budi Ananda, Komisaris Baru Krakatau Posco

Berry Pratama
3 min
IMG 20260628 134138
A-AA+A++

NUSANTARATODAY.ID — Jagat media sosial tengah dihebohkan oleh kabar penunjukan Mufli Budi Ananda sebagai Komisaris di PT Krakatau Posco. Sosok yang selama ini dikenal sebagai asisten pribadi pasangan selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina tersebut mendadak jadi pusat perhatian publik.

​Sebagai informasi, PT Krakatau Posco merupakan perusahaan patungan (joint venture) berskala raksasa antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dengan produsen baja asal Korea Selatan, POSCO. Beroperasi di Cilegon, Banten, perusahaan ini mengelola salah satu pabrik baja terpadu terbesar di Indonesia dengan kapasitas produksi mencapai 3 juta ton per tahun.

​Mengingat strategisnya posisi perusahaan tersebut, tak heran jika lompatan karier Mufli memicu gelombang reaksi dari warganet. Banyak pihak mempertanyakan rekam jejak profesional serta latar belakang pendidikan pria yang selama ini lebih dikenal sebagai orang kepercayaan Raffi Ahmad dalam mengurus berbagai urusan bisnis dan hiburan tersebut.

​Sentimen publik mulai memuncak setelah akun X (sebelumnya Twitter) @GerradKevin mengunggah keresahannya pada Minggu (28/6/2026).

​”Jujur ini paling gong. Asistennya Raffi Ahmad menjadi Komisaris Krakatau Posco,” tulisnya dalam unggahan yang telah menarik perhatian hingga 3,4 juta pengguna itu.

Ia juga mempertanyakan transparansi proses penunjukan tersebut hingga memicu spekulasi adanya fenomena jalur orang dalam (ordal).

Baca Juga :  Tergugat Terus Mangkir, Gugatan Wanprestasi Rp2,5 Miliar di PN Jakarta Barat Terancam Putusan Verstek

“Tidak tahu, kok bisa? Jalurnya gimana?” imbuhnya.

​Kritik tidak hanya berhenti di platform X. Di aplikasi Threads, akun @paltiwest juga menyoroti usia muda dan minimnya pengalaman Mufli di industri berat seperti sektor baja.

​”Lagi ramai soal komisaris usia 27 tahun yang belum berpengalaman, paling epic sih asisten Raffi Ahmad,” tulisnya pada hari yang sama.

Meski demikian, beberapa netizen lain mengimbau publik untuk tidak terburu-buru menghakimi sebelum ada klarifikasi resmi dari pihak manajemen perusahaan.

​Lantas, bagaimana sebenarnya rekam jejak karier dan riwayat akademis Mufli Budi Ananda. Berikut ulasan selengkapnya.

​Berdasarkan laporan struktur organisasi terbaru PT Krakatau Posco, nama Mufli Budi Ananda memang telah resmi tercatat sebagai salah satu jajaran Komisaris. Ia bertugas mendampingi Komisaris Utama, Brigjen TNI Bambang Sudono Sastroprawiro, dalam mengawasi jalannya korporasi yang saat ini dipimpin oleh Kim Young-Joong sebagai Presiden Direktur.

​Sebelum menduduki kursi empuk korporasi, Mufli merupakan tangan kanan Raffi Ahmad yang setia menemani sang artis dalam berbagai aktivitas gurita bisnisnya. Kedekatan inilah yang membuat nama Mufli cukup familier di kalangan penggemar keluarga Andara.

Baca Juga :  Dituding Tabrak RAB, Mitra KDMP Tanah Abang Tantang Pembuktian di Lapangan: Datang Saja ke Lokasi

​Selain aktif di industri hiburan dan bisnis kreatif, Mufli belakangan dilaporkan mulai melebarkan sayapnya ke ranah politik praktis. Namun, di luar lingkar pengaruh Raffi Ahmad, informasi mengenai portofolio profesionalnya di industri manufaktur atau berat terbilang sangat minim.

​Melengkapi kontroversi yang ada, latar belakang akademis Mufli tak luput dari penelusuran tajam warganet. Mufli diketahui merupakan lulusan program Diploma (D3) Teknik Listrik dari Politeknik Bunda Kandung.

​Ia kemudian sempat melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi dengan mengambil Program Studi Teknik Industri di Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) pada tahun 2014.

​Namun, berdasarkan data resmi dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), status akademik Mufli tercatat “Mengundurkan Diri” pada tahun ajaran 2018/2019. Hal ini memicu dugaan kuat bahwa ia belum sempat menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1)-nya.

​Hingga berita ini diturunkan, riuh rendahnya sorotan publik mengenai kompetensi, pengalaman, hingga status pendidikan Mufli belum mendapatkan respons resmi dari PT Krakatau Posco maupun pihak Raffi Ahmad. Publik masih menunggu kejelasan terkait dasar pertimbangan dan proses seleksi yang melatarbelakangi penunjukan strategis ini.