Bertahun-tahun Rusak Parah, Warga Sumber Agung Pertanyakan Perhatian Pemkab dan DPRD Lampung Utara

Berry Pratama
3 min
IMG 20260723 142436
A-AA+A++

Lampung Utara, Nusantaratoday.id – Amarah dan kepasrahan bercampur di benak warga Desa Sumber Agung, Kabupaten Lampung Utara. Ruas jalan kabupaten yang menjadi nadi penghubung vital antara Kecamatan Abung Timur dan Abung Semuli kini kondisinya kian memprihatinkan. Bertahun-tahun dibiarkan merana, jalur ekonomi ini tak kunjung tersentuh perbaikan.

​Dampaknya teramat nyata. Akses mata pencaharian warga lumpuh perlahan, mobilitas pendidikan terhambat, dan keselamatan para pengguna jalan terus terancam setiap hari.

​Hasil pantauan di lapangan memperlihatkan pemandangan tragis: kubangan berukuran besar mengepung sejumlah titik jalan. Kala kemarau menyapa, badai debu tebal memangkas jarak pandang dan mengganggu pernapasan. Sebaliknya saat hujan turun, badan jalan bertransformasi menjadi kubangan lumpur licin yang kerap menjebak kendaraan roda dua maupun roda empat.

​Kondisi ekstrem ini menjadi remah-remah penderitaan harian. Anak-anak yang hendak menuntut ilmu, petani yang berjuang mengangkut hasil panen, hingga pedagang yang mendistribusikan barang harus mempertaruhkan keselamatan mereka di atas jalur berisiko ini.

Baca Juga :  Layanan Digital Makin Praktis, Peserta JKN Kebumen Rasakan Manfaat Mobile JKN

​Warga menegaskan bahwa status ruas jalan ini adalah jalan kabupaten, sebuah wewenang mutlak di bawah pundak Pemerintah Kabupaten Lampung Utara. Mereka juga menagih taji DPRD Lampung Utara dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran demi terwujudnya perbaikan nyata.

​Kekecewaan mendalam diluapkan oleh Basirun, salah seorang warga setempat. Ia menilai kondisi nestapa ini sudah terbiarkan terlalu lama tanpa adanya penanganan konkret.

​”Janji manis saat mencalonkan diri, tapi setelah terpilih kami merasa dilupakan. Kami lewat sini setiap hari. Anak sekolah susah, petani susah, pedagang juga terbebani. Di mana perhatian Pemda dan DPRD Lampura. Apakah harus menunggu ada korban jiwa baru jalan ini diperbaiki” cetus Basirun saat ditemui di lokasi, Kamis (23/7/2026).

​Basirun mengungkapkan, suara jeritan warga seakan membalas angin lalu. Keluhan yang berulang kali disampaikan belum pernah membuahkan penanganan darurat, apalagi perbaikan permanen.

​Ia pun mendesak para wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) setempat untuk menyingsingkan lengan baju dan melihat langsung realita pahit di lapangan.

Baca Juga :  Gilas Seret Dugaan Penyimpangan Dana BOS MIS Islamiyah ke Kejari

​”Warga sudah lelah dengan janji. Kami butuh bukti nyata. Tolong anggota DPRD datang melihat sendiri kondisi jalan ini. Pak Bupati, ini jalan kabupaten yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Kami hanya ingin akses yang layak untuk bekerja, sekolah, dan menjalankan aktivitas sehari-hari,” tegasnya.

​Masyarakat menaruh harapan besar agar Pemkab Lampung Utara menggeser prioritas pembangunan infrastrukturnya ke jalur ini. Ketakutan terbesar warga adalah jika pembiaran ini berlarut, konektivitas Abung Timur dan Abung Semuli bakal putus total, memicu efek domino yang kian melumpuhkan perekonomian lokal.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Lampung Utara maupun DPRD Lampung Utara belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga dan rencana penanganan ruas jalan tersebut. Tim redaksi terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna menyajikan informasi yang berimbang dan transparan.