Rp397 Juta, Jalan Baru Selesai di Lampung Selatan Sudah Retak

Redaksi
2 min
IMG 20260914 WA0036
A-AA+A++

Lampung Selatan, Nusantaratoday.id – Proyek jalan menuju SDN 4 Jatimulyo, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, senilai Rp397,8 juta menjadi sorotan. Baru selesai dikerjakan, sejumlah bagian rabat beton disebut sudah mengalami keretakan.

Tak hanya beton jalan, kondisi talut penahan tanah juga dipersoalkan. Pekerjaan tersebut diduga dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai spesifikasi teknis.

IMG 20260914 205701

Proyek rekonstruksi jalan itu bersumber dari APBD Lampung Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tahun Anggaran 2026. Nilai kontraknya tercatat Rp397.851.740 dengan masa pelaksanaan 90 hari kalender.

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tersebut dikerjakan CV Antar Bintang Sejahtera sebagai penyedia jasa.

Pantauan di lokasi menemukan sejumlah titik permukaan rabat beton telah retak. Kondisi itu menjadi sorotan karena proyek tersebut masih tergolong baru dikerjakan.

Talut penahan tanah juga dinilai bermasalah. Struktur talut diduga tidak memiliki fondasi yang memadai dan terlihat seperti dikerjakan langsung di atas permukaan tanah.

Baca Juga :  Terjaring Operasi Pekat, 17 Wanita di Pemalang Dikirim ke Panti Rehabilitasi Surakarta

Ketua DPP LSM Gilas, Zaini, menilai kondisi tersebut patut dipertanyakan. Ia menduga pekerjaan tidak sepenuhnya mengacu pada spesifikasi teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Kami sangat menyayangkan hasil pekerjaan konstruksi yang dinilai asal jadi ini. Ada dugaan kuat bahwa pengerjaannya tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dan RAB yang sudah disepakati,” ujar Zaini, Senin (14/9/2026).

Zaini mendesak Dinas PUPR Lampung Selatan tidak hanya mengandalkan laporan administrasi, tetapi turun langsung memeriksa kondisi fisik jalan.

Jika ditemukan ketidaksesuaian, kata dia, kontraktor harus bertanggung jawab melakukan perbaikan.

“Kalau memang terbukti ada manipulasi spesifikasi, kami meminta pihak rekanan diwajibkan melakukan pembongkaran dan perbaikan ulang. Jangan sampai uang rakyat habis, tetapi hasil pekerjaannya tidak sesuai,” tegasnya.

Baca Juga :  Tangisan Histeris Anak di Bali, Kisah Pilu Sang Ayah yang Tewas Dikeroyok Massa akibat Dugaan Curi Ayam

PUPR: Proyek Belum Selesai
Dikonfirmasi terkait sorotan tersebut, KUPT/UPTD Dinas PUPR Kecamatan Jati Agung, Bani, mengatakan pekerjaan jalan itu sebenarnya belum sepenuhnya selesai.

Termasuk bagian talut yang disebut masih dalam tahap pengerjaan.

“Mohon maaf bang, pekerjaan tersebut belum selesai. Termasuk pekerjaan talud belum sepenuhnya selesai. Terkait beberapa titik retakan sudah diinstruksikan untuk dilakukan perbaikan sebelum pengajuan PHO,” kata Bani melalui WhatsApp.

Menurut Bani, titik-titik beton yang mengalami retak telah diinstruksikan untuk diperbaiki sebelum dilakukan Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima sementara pekerjaan.

Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Lampung Selatan, Hasanudin, belum memberikan tanggapan ketika dikonfirmasi mengenai kualitas pekerjaan dan dugaan pekerjaan asal jadi tersebut.

IMG-20260904-WA0396