Nahkodai BGN yang Baru, Sudaryono Pastikan BGN Transparan dan Bebas Konflik Kepentingan

Berry Pratama
2 min
IMG 20260722 185516
A-AA+A++

NUSANTARATODAY.ID — Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik S Deyang pada Rabu, 22 Juli 2026. Pergantian kepemimpinan ini dilakukan setelah Nanik mengundurkan diri guna fokus menjalani pengobatan jantung di luar negeri.

​Ditemui awak media usai prosesi pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Sudaryono menyampaikan komitmen penuhnya untuk membenahi dan memperkuat tata kelola lembaga yang kini dipimpinnya.

​“Ini amanah besar bagi saya. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program berskala besar (grande) yang menjadi salah satu prioritas utama Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka,” tegas Sudaryono.

​Di hadapan jurnalis, Sudaryono secara terbuka menampik potensi konflik kepentingan. Ia menegaskan bahwa baik dirinya maupun keluarganya tidak memiliki atau mengelola fasilitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

​“Sama sekali tidak ada. Saya maupun keluarga tidak memiliki dapur atau SPPG dalam program ini,” ujarnya lugas.

Baca Juga :  Trik Nur Hidayat Desak KPK Buka Status Hukum Kadis PUPR Bengkulu

​Selain masalah independensi, Sudaryono berkomitmen memperketat tata kelola internal BGN agar tidak ada celah penyimpangan yang berpotensi merugikan negara. Salah satu langkah konkretnya adalah mendorong digitalisasi sistem administrasi.

​“Saya akan bekerja keras memperbaiki hal-hal yang perlu disempurnakan. Tata kelola yang dulunya kurang terbuka akan dibuat transparan. Proses manual diarahkan ke digital agar memiliki rekam jejak (record) yang jelas. Tidak boleh lagi ada hal yang disembunyikan semua harus terang benderang,” terangnya.

​Mengingat besarnya anggaran APBN yang digelontorkan untuk program MBG, Sudaryono menekankan pentingnya multiplier effect bagi perekonomian masyarakat bawah, khususnya petani dan peternak.

​Pengalamannya menduduki posisi Wakil Menteri Pertanian menjadi modal berharga dalam memetakan potensi penyerapan hasil pangan lokal.

​“Anggaran besar dari pajak rakyat ini harus berputar kembali di desa-desa. Berdasarkan pengalaman saya di Kementerian Pertanian, kami melihat langsung dampak positifnya. Program MBG harus mampu menggerakkan roda ekonomi para petani, peternak, dan penyedia pangan lokal,” ungkapnya.

Baca Juga :  Misteri Emas 74 Kg Senilai Rp476 Miliar: Jejak Korup Batu Bara di Balik Layar Blackout Massal

​Mengakhiri keterangannya, Sudaryono memohon doa dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar dirinya bersama Wakil Kepala BGN Arumsari dan Trenggono serta jajaran terkait dapat menjalankan tugas secara optimal.

Ia juga melayangkan peringatan keras terkait integritas pengurusan program MBG ke depan.

​“Kami mohon doa dan restu agar dapat menjaga amanah ini sebaik-baiknya bersama seluruh jajaran dan stakeholder, mulai dari SPPG, SPPI, hingga mitra terkait. Satu hal yang pasti, zero tolerance untuk praktik korupsi, penyimpangan, atau tindakan tidak terpuji lainnya. Ini merupakan hal yang paling dibenci oleh rakyat Indonesia,” pungkas Sudaryono.