Mahasiswa UMKO Kecewa Field Trip Gagal, Minta Uang Segera Dikembalikan

Suyono
3 min
IMG 20260710 WA0009
A-AA+A++

Lampung Utara,Nusantaratoday id– Puluhan mahasiswa Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS) Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) mendesak PT Tampiastarlife Tour and Guide segera mengembalikan seluruh biaya perjalanan studi (field trip) ke Malaysia yang batal terlaksana.

Mahasiswa menolak tenggat pengembalian dana hingga 7 Agustus 2026 sebagaimana tertuang dalam surat pernyataan bermeterai yang dibuat pihak penyelenggara. Mereka menilai waktu satu bulan terlalu lama mengingat kerugian yang telah dialami.

“Ini terlalu lama. Kami sudah rugi waktu, tenaga, dan uang. Jangan sampai larut berbulan-bulan. Kami mendesak uang dikembalikan secepat mungkin,” ujar salah seorang peserta, Jumat (10/7/2026).

Field trip yang telah dipersiapkan sejak April 2026 itu berakhir gagal total. Menurut mahasiswa, pembatalan dipicu kelalaian pihak penyelenggara, PT Tampiastarlife Tour and Guide. Sebelumnya, pihak agen sempat menyampaikan alasan adanya kendala logistik internal serta keterlambatan pengurusan paspor.

Mahasiswa menyebut Direktur PT Tampiastarlife Tour and Guide, Arif Priyono, sebelumnya telah membuat surat pernyataan di atas meterai yang berisi komitmen memberangkatkan seluruh peserta pada 6 Juli 2026. Namun, janji tersebut tidak terealisasi.

Pada Senin (6/7/2026), rombongan diberangkatkan dari kampus menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Dalam perjalanan, bus sempat berhenti sekitar satu jam untuk menunggu pembagian kartu identitas peserta, kaus, dan botol minum dari pihak penyelenggara. Perjalanan juga kembali tertunda sekitar satu setengah jam akibat antrean pengisian bahan bakar.

Baca Juga :  Siesmik Migas Kangean Rampung 100 Persen: Pemulihan Kondusivitas dan Penantian Keputusan Tahap Eksploitasi

Akibat keterlambatan tersebut, rombongan baru tiba di bandara sekitar pukul 17.00 WIB, sementara jadwal boarding pesawat tercatat pukul 16.35 WIB. Seluruh peserta gagal terbang karena pesawat telah berangkat.

Setelah menginap di Palembang, mahasiswa kembali dijanjikan penerbangan pengganti pada Selasa (7/7/2026) pukul 03.00 WIB. Mereka telah bersiap sejak pukul 01.00 WIB. Namun hingga sekitar pukul 05.00 WIB, tiket pesawat yang dijanjikan tidak kunjung diterbitkan.

Pihak PT Tampiastarlife Tour and Guide kemudian menyatakan tidak dapat memberangkatkan rombongan dan memutuskan memulangkan seluruh peserta ke Lampung.

Dalam perjalanan pulang, persoalan kembali muncul. Bus yang mengangkut mahasiswa sempat berhenti karena sopir mengaku pembayaran dari pihak penyelenggara belum diselesaikan sepenuhnya.

Sebelum kembali ke Lampung, rombongan hanya sempat diajak singgah ke kawasan Jembatan Ampera dan sebuah pusat oleh-oleh di Palembang.

Baca Juga :  Kesemrawutan Pedagang dan Parkir di Depan Pasar Bojongbata Perlu Penanganan Serius

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, PT Tampiastarlife Tour and Guide yang beralamat di Jalan Urip Sumoharjo, Bandar Lampung, kemudian membuat surat pernyataan baru di atas meterai yang berisi kesanggupan mengembalikan dana peserta sebesar 100 persen paling lambat 7 Agustus 2026.

Namun, mahasiswa menolak batas waktu tersebut dan meminta pengembalian dana dilakukan secepatnya.

Selain itu, mereka juga meminta pihak FHIS UMKO tidak tinggal diam dan memberikan pendampingan hukum kepada seluruh peserta.

“Ini juga menyangkut nama baik kampus. Kami berharap Biro Hukum atau LKBH kampus dapat mengawal penyelesaian persoalan ini sampai tuntas,” kata peserta lainnya.

Mahasiswa menyatakan apabila pengembalian dana tidak segera direalisasikan, mereka berharap pihak kampus mengambil langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Mereka menilai terdapat dugaan wanprestasi, sementara dugaan tindak pidana seperti penipuan atau penggelapan merupakan ranah yang nantinya dapat dinilai dan dibuktikan melalui proses hukum oleh aparat penegak hukum.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak PT Tampiastarlife Tour and Guide maupun pimpinan FHIS UMKO belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan mahasiswa tersebut.