Aksi Humanis Kapolrestabes Palembang, Redam Ketegangan Demo dengan Bagikan Pempek Gratis

Berry Pratama
2 min
IMG 20260623 145653
A-AA+A++

PALEMBANG, NUSANTARATODAY.ID — Pendekatan humanis dan penuh kedekatan kembali ditunjukkan oleh jajaran kepolisian dalam mengawal penyampaian aspirasi masyarakat. Alih-alih berlangsung tegang, aksi demonstrasi damai yang digelar oleh Forum Masyarakat Sumsel (FMS) di depan Kantor DPRD Sumsel justru mencair berkat aksi simpatik Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Sonny Mahar Budi Aditiyawan, S.I.K., M.H. yang secara spontan membagikan pempek gratis kepada para peserta aksi. Selasa (23/06/26).

​Sejak pagi, Kombes Pol Sonny (Pak Soni) turun langsung memimpin pengamanan guna memastikan massa yang mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menyampaikan suaranya secara aman dan tertib.

Baca Juga :  Twitter Memiliki Saingan baru yaitu sebuah Platform yang dibuat oleh Meta

Di sela-sela pengawalan ketat tersebut, Kapolrestabes berinisiatif memborong sejumlah pedagang pempek sepeda keliling yang berada di lokasi dan langsung membagikannya kepada massa aksi yang tengah duduk berorasi.

​”Pak Soni Kapolrestabes bagi-bagi pempek gratis sama pendemo. Demo pagi, makan pempek gratis, kapan lagi,” ujar salah seorang warga yang merekam momen humanis tersebut dan mengunggahnya di akun Instagram @plaju_update.

​Langkah responsif Kapolrestabes ini terbukti ampuh mengubah tensi unjuk rasa menjadi suasana penuh kehangatan dan kebersamaan. Pengawalan yang melekat dari Kombes Pol Sonny memastikan tidak ada celah bagi provokasi, sekaligus menunjukkan bahwa Polri hadir bukan sebagai sekat, melainkan sebagai pelindung dan pelayan masyarakat.

Baca Juga :  Pererat Kebersamaan, Pangdam II/Sriwijaya Tinjau Progres Rehab Swadaya Rumdis Pamen Usai Olahraga Bersama

​Aksi damai, humanis, dan religius yang diusung oleh sekitar 3.000 massa FMS ini pun berjalan sukses tanpa kericuhan. Pendekatan persuasif dan taktis yang diperlihatkan Kapolrestabes Palembang ini menuai banyak pujian dari berbagai pihak karena dinilai menjadi contoh ideal bagaimana aparat penegak hukum dapat menjaga stabilitas keamanan kota lewat jalur hati.