Momen Menarik SMKN 3 Kotabumi, Tapis Lampung Sambut Kadisdikbud, Pesan Antikorupsi Menggema

Berry Pratama
2 min
IMG 20260603 105519
A-AA+A++

LAMPUNG UTARA, NUSANTARATODAY.ID – Suasana pagi di SMKN 3 Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, tampak berbeda, Barisan siswa Paskibra berdiri tegap di gerbang sekolah, membawa baki berisi kain tapis khas Lampung untuk menyambut kedatangan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico. Rabu (3/6/2026).

Begitu kendaraan dinas memasuki halaman sekolah, Thomas Amirico langsung disambut jajaran kepala SMA dan SMK se-Lampung Utara. Seorang anggota Paskibra kemudian maju menyerahkan tapis sebagai simbol penghormatan dan penghargaan dalam tradisi masyarakat Lampung.

Dengan senyum hangat, Kadisdikbud membalas penyambutan tersebut melalui salam sembah, gestur khas budaya Lampung yang mencerminkan rasa hormat dan penghargaan. Momen itu menjadi perhatian ratusan siswa yang memadati area sekolah. Tak sedikit yang mengabadikan kedatangan pejabat provinsi tersebut menggunakan telepon genggam mereka.

Baca Juga :  Visitasi Akreditasi SMPS Islam As-Sirajul Munir Rampung, Tim Asesor Apresiasi Semangat dan Komitmen Sekolah

Penyambutan bernuansa adat itu bukan sekadar seremoni. Kegiatan tersebut menjadi pembuka acara Sosialisasi Pencegahan Korupsi pada Satuan Pendidikan Menengah Kabupaten Lampung Utara, hasil kolaborasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Aruji, mengatakan pemilihan tapis dan salam sembah sengaja dilakukan untuk menguatkan pesan bahwa pendidikan karakter harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya Daerah.

“Budaya dan pendidikan harus berjalan bersama. Jika sejak sekolah anak-anak diajarkan menghormati adat, bersikap jujur, dan menjunjung integritas, itu menjadi fondasi kuat dalam mencegah perilaku koruptif di masa depan,” ujarnya.

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam budaya Lampung memiliki keterkaitan erat dengan semangat antikorupsi yang sedang digalakkan di lingkungan pendidikan.

Baca Juga :  GERMAS RI Meriahkan Penutupan KKN Universitas Wiraraja 2025 di Desa Laok Jang-Jang

Dalam sosialisasi tersebut, ratusan siswa SMA dan SMK mendapatkan pemahaman mengenai bahaya korupsi serta pentingnya membangun budaya kejujuran sejak dini.

Materi yang disampaikan mencakup transparansi pengelolaan dana pendidikan, kejujuran dalam proses belajar dan ujian, hingga keberanian melaporkan praktik yang tidak sesuai aturan.

Melalui pendekatan yang memadukan budaya lokal dan pendidikan karakter, SMKN 3 Kotabumi berharap pesan antikorupsi tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga menjadi bagian dari perilaku sehari-hari para pelajar.

Tapis yang disematkan dan salam sembah yang ditunjukkan di awal kegiatan menjadi simbol sederhana bahwa integritas dapat dimulai dari hal-hal kecil, menghormati sesama, menjaga kejujuran, dan menjunjung tinggi nilai budaya sendiri.