Sederet Kejanggalan di Balik Wafatnya Sutrimo, Penjaga Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Berry Pratama
2 min
IMG 20260727 222236
A-AA+A++

Nusantaratoday.id – Gelombang spekulasi publik tengah menyelimuti tabir kematian Sutrimo, Kepala Rumah Tangga (Karumga) dari eks Jampidsus Febrie Adriansyah. Kematian yang dinilai sarat kejanggalan ini mendadak viral usai narasi pesan berantai merebak di media sosial.

​Hingga kini, jajaran Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan masih terus berpacu dengan waktu untuk menyingkap penyebab pasti kematian korban. Namun, langkah penyidik tak sepenuhnya berjalan mulus.

​Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah, mengakui bahwa salah satu tembok besar yang membentungi proses penyelidikan adalah kondisi Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang tak lagi steril.

​Menurut Iskandarsyah, tingginya mobilitas dan lalu lalang warga di sekitar lokasi kejadian selama beberapa hari terakhir telah merusak rona awal TKP sebuah elemen vital dalam mengumpulkan jejak material penyelidikan.

Baca Juga :  KAWALI Sumsel Usung Dua Agenda Penyelamatan Sungai di Konferensi Sungai Indonesia 2026

​”Infonya TKP sudah beberapa hari ini rusak, itu yang menjadi kendala utama kami. Apalagi masyarakat sudah berlalu lalu lalang di sana sejak hari Kamis,” ujar Iskandarsyah dalam keterangannya, Senin (27/7/2026).

​Meski dihadapkan pada TKP yang tak lagi utuh, Iskandarsyah menegaskan bahwa penyidikan tak lantas berhenti. Kepolisian kini mengalihkan fokus pada penelusuran petunjuk sekunder, mulai dari analisis rekaman CCTV, pemeriksaan saksi kunci, hingga rekam medis korban dari pihak rumah sakit.

​”Kami sudah melakukan olah TKP awal dan saat ini bersurat resmi ke pihak rumah sakit untuk menyerap seluruh data medis korban,” terang Iskandarsyah.

​Ia juga menambahkan bahwa kepolisian belum terburu-buru menyimpulkan status maupun identitas korban sebagaimana isu yang liar berkembang di tengah masyarakat. Semua dinamika informasi masih terus diverifikasi secara ketat.

Baca Juga :  Sinergi Membangun Negeri, Herman Deru Resmikan SMAN Ketapat Bening Hasil CSR PT Gorby Putra Utama

​Sutrimo pertama kali dievakuasi dalam kondisi tak sadarkan diri pada Kamis 23 juli 2026. Dari kabar yang beredar, korban sempat mengeluhkan rasa sakit yang hebat sebelum akhirnya pingsan dan mengeluarkan busa dari mulutnya di area halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

​Sutrimo sempat dilarikan menggunakan ambulans menuju RS Muhammadiyah Taman Puring. Namun, sorotan publik makin tajam usai beredar dugaan bahwa korban sebenarnya sudah mengembuskan napas terakhir sebelum sempat tiba di rumah sakit.

​Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih terus mendalami rangkaian kronologi resmi guna menyingkap tabir gelap di balik wafatnya penjaga rumah eks Jampidsus tersebut.