Pematangsiantar, Nusantaratoday.id – Komitmen untuk menjaga integritas tinggi dan memacu kualitas kinerja terus diperkuat di lingkungan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pematangsiantar. Penegasan ini menjadi poin utama dalam apel pagi rutin sebagai instrumen krusial dalam membina kedisiplinan serta memperkokoh rasa tanggung jawab seluruh aparatur kejaksaan.Senin (15/6/2026).
Apel pagi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Subbagian Pembinaan (Kasubbagbin) Kejari Pematangsiantar, Muhammad Reza Kurniawan, S.H., M.H. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa kedisiplinan, integritas, dan profesionalisme adalah fondasi absolut yang tidak boleh ditawar dalam menjalankan tugas penegakan hukum.
Di hadapan seluruh jajaran, Muhammad Reza mengingatkan bahwa status sebagai aparatur Kejaksaan membawa tanggung jawab besar untuk menghadirkan pelayanan publik yang prima. Oleh karena itu, setiap target kerja dan tugas yang diemban wajib dituntaskan secara optimal, presisi, dan akuntabel.
“Kedisiplinan bukan sekadar perkara absen kehadiran, melainkan bagaimana setiap insan Adhyaksa mampu menyelesaikan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga kompas integritas, dan menunjukkan profesionalitas dalam setiap aspek pekerjaan,” tegasnya.
Tidak hanya memberikan arahan umum, Kasubbagbin juga memberikan atensi khusus kepada para Calon Jaksa (Cajak) yang tengah digembleng untuk menghadapi berbagai tahapan penugasan. Mereka dituntut untuk terus meng-upgrade kapasitas diri, menguasai tata kelola administrasi secara komprehensif, serta menumbuhkan budaya kerja yang jeli dan cermat sejak dini.
Menurut Muhammad Reza, kematangan administratif dan ketelitian kerja merupakan modal krusial bagi para calon jaksa dalam menjawab tantangan penegakan hukum yang kian kompleks di masa depan.
Apel pagi rutin ini bukan sekadar formalitas, melainkan sarana pembinaan internal yang konsisten dijalankan oleh Kejari Pematangsiantar. Tujuannya jelas, membangun ekosistem kerja yang disiplin, produktif, dan sepenuhnya berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Melalui penguatan mental secara berkala ini, diharapkan seluruh pegawai semakin menghayati tanggung jawabnya, sekaligus mampu merawat dan meningkatkan kepercayaan publik (public trust) terhadap institusi Kejaksaan.
Dengan menginternalisasi semangat disiplin dan profesionalisme ini, Kejari Pematangsiantar kembali mempertegas komitmennya untuk melahirkan aparatur yang berkualitas, bersih, dan siap memberikan dedikasi terbaik dalam penegakan hukum di wilayah hukum Pematangsiantar. (Yn)





