Pemprov Lampung Buka Sekolah Jarak Jauh Gratis, Bisa Dapat Ijazah SMA Meski Sudah Putus Sekolah

Suyono
3 min
IMG 20260623 221511
A-AA+A++

Bandar Lampung, Nusantaratoday.id-Kabar baik bagi ribuan anak muda di Lampung yang sempat putus sekolah atau belum sempat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA. Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi menyiapkan program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) tingkat SMA yang dapat diikuti secara gratis.

Program ini menjadi harapan baru bagi anak-anak yang terkendala biaya, harus bekerja membantu orang tua, tinggal di daerah terpencil, atau memiliki kondisi khusus sehingga tidak bisa mengikuti sekolah reguler.
Mengusung slogan “Bersama Berkolaborasi, Jarak Bukan Halangan, Ilmu Tetap di Genggaman”, program ini dirancang agar pendidikan tetap bisa diakses oleh seluruh anak Lampung tanpa terkecuali.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menegaskan bahwa PJJ merupakan langkah nyata pemerintah untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Provinsi Lampung.

“PJJ ini kami hadirkan untuk menjawab persoalan Anak Tidak Sekolah. Banyak anak kita yang cerdas, tetapi terpaksa berhenti sekolah karena harus bekerja atau tinggal jauh dari sekolah. Negara harus hadir,” ujar Thomas, Selasa (23/6/2026).

Menurutnya, pendaftaran peserta didik baru untuk program PJJ direncanakan mulai dibuka pada Juli 2026 setelah proses finalisasi petunjuk teknis dan sosialisasi selesai dilakukan.

“Insyaallah Juli sudah bisa dibuka. Gratis, tidak ada pungutan apa pun,” tegasnya.

Baca Juga :  SPMB SMPN 7 Kotabumi Dibuka, Sediakan 288 Kuota Melalui Empat Jalur Penerimaan

Program ini terbuka bagi Anak yang putus sekolah atau belum pernah masuk SMA.

Anak yang sudah bekerja membantu ekonomi keluarga.

Anak yang tinggal di wilayah terpencil dan Daerah 3T.

Anak dari keluarga pekerja migran yang orang tuanya berada di luar Negeri.

Anak yang memiliki kondisi kesehatan tertentu sehingga sulit bersekolah secara tatap muka setiap hari.

Yang menarik, ijazah yang diperoleh dari PJJ memiliki status yang sama dengan ijazah SMA reguler dan diakui secara resmi oleh Negara. Ijazah tersebut dapat digunakan untuk:
Melamar pekerjaan.
Mendaftar TNI maupun Polri.
Melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Mengikuti seleksi yang mensyaratkan lulusan SMA.

Belajar Fleksibel, Bisa Lewat HP
Sistem pembelajaran PJJ dirancang agar tidak membebani peserta didik yang harus bekerja atau membantu orang tua.
Metode belajarnya meliputi:
Materi pelajaran dikirim melalui telepon genggam.
Pembelajaran daring bersama guru melalui video conference.
Tugas berbasis proyek yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Pertemuan tatap muka secara berkala untuk praktik atau ujian.
Pendampingan rutin oleh guru dan tutor.

“Anak-anak tetap bisa membantu orang tua atau bekerja sambil sekolah. Pendidikan tidak boleh berhenti karena keadaan ekonomi,” kata Thomas.

Pemprov Lampung telah menunjuk empat SMA sebagai penyelenggara program Pendidikan Jarak Jauh, yaitu:
SMAN 2 Bandar Lampung (Sekolah Induk)
SMAN 1 Pagar Dewa, Lampung Barat
SMAN 1 Gunung Sugih, Lampung Tengah
SMAN 1 Rawa Jitu Selatan, Tulang Bawang
Calon peserta dapat memilih sekolah yang paling dekat dengan domisilinya.

Baca Juga :  Bupati Pemalang Akan Tindak Tegas Pratik Jual Beli Bangku Dalam Penerimaan Siswa Didik Baru

Syarat Pendaftaran Mudah
Untuk mengikuti program ini, calon peserta hanya perlu memenuhi syarat berikut:
Usia maksimal 18 tahun.
Lulusan SMP atau sederajat.
Tidak sedang terdaftar di sekolah lain.

Jika dokumen belum lengkap, dapat menggunakan Surat Keterangan dari Desa atau Kelurahan untuk proses verifikasi awal.

Thomas Amirico menjelaskan, program PJJ memiliki tiga tujuan utama:
Memberikan kesempatan pendidikan kepada seluruh anak Lampung.
Menekan angka Anak Tidak Sekolah hingga nol.
Menjangkau wilayah pelosok dan daerah 3T yang selama ini sulit mengakses pendidikan.

“Pemerintah tidak ingin ada satu pun anak Lampung kehilangan masa depan hanya karena tidak memiliki ijazah. Kemiskinan bukan alasan untuk berhenti belajar. Semua anak berhak meraih cita-cita,” tegasnya.

Pendaftaran program Pendidikan Jarak Jauh SMA ini akan dibuka pada Juli 2026 dan tidak dipungut biaya apa pun.

Bagi orang tua yang memiliki anak belum melanjutkan pendidikan ke SMA, program ini bisa menjadi kesempatan emas untuk kembali melanjutkan sekolah dan meraih masa depan yang lebih baik.