Munas HIPMI Lampung Ricuh, Dugaan Preman Bayaran Intai Kursi Ketua Umum

Berry Pratama
2 min
IMG 20260612 120527
A-AA+A++

BANDAR LAMPUNG, NUSANTARATODAY.ID – Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) seharusnya jadi ruang adu visi. Kenyataannya, forum itu kini diselimuti asap politik kotor.

Satu calon ketua umum (Caketum) dituding memboyong massa impor dari luar daerah. Massa yang diduga berbaju preman, dikerahkan untuk mengunci kursi nomor satu HIPMI.

Gelaran di Hotel Novotel Bandar Lampung, seketika berubah. Dari forum gagasan, jadi panggung kewaspadaan. Organisasi masyarakat (ormas) lokal tak tinggal diam. Stabilitas Bumi Lampung jadi taruhannya. Kamis (11/6/2026)

Ketua Pandawa Provinsi Lampung, Muhamad Hatta, pasang badan. Ia mengingatkan, forum pengusaha terdidik bukan arena adu urat leher.

“Silakan Munas di Lampung. Kami buka pintu. Tapi jangan ubah forum pengusaha muda jadi panggung kekuatan jalanan. Jangan kotori Lampung dengan kegaduhan,” tegas Hatta, tajam.

Baca Juga :  Rapat Koordinasi Lintas Sektor Pemkab Pangandaran dalam Penguatan Tata Kelola Pariwisata Jelang Libur Natal dan Tahun Baru 2025–2026

Ia menampar semua kubu Caketum. Etika organisasi harus di atas ambisi. Mobilisasi massa jalanan hanya akan melahirkan luka.

“Junjung adat. Hormati kearifan lokal. Lampung bukan tempat main-main premanisme,” tambahnya.

Panglima Gema Masyarakat Lokal (GML) Indonesia Provinsi Lampung, Arif Gunawan, tak kalah keras. Status siaga penuh sudah dikunci selama Munas berlangsung.

“Kami dukung Munas. Tapi keamanan warga harga mati. Jangan ada yang coba bawa kerusuhan ke Lampung,” ujar Arif.

Ia menembak langsung para provokator. Peringatan itu terdengar seperti ultimatum.

Baca Juga :  Pererat Sinergi, PLN NP UP Indramayu Gelar Media Gathering Hangat di Subang

“Ingat, ini Bumi Lampung. Ada marwah dan tatanan yang dijaga. Jangan sok jago bawa nama preman. Kalau bikin onar, seluruh ormas Lampung akan turun,” dikatakannya.

Isu ini bukan tanpa jejak. Publik masih ingat penggerebekan Badan Narkotika Nasional (BNN) di karaoke Bandar Lampung beberapa waktu lalu. Ekstasi ditemukan. Sejumlah nama yang disebut-sebut dekat dengan lingkungan HIPMI diamankan.

Kasus itu memang ranah hukum. Tapi tamparannya keras, integritas HIPMI sebagai rumah pengusaha muda nasional sempat tercoreng.

Kini publik menunggu. Munas HIPMI akan melahirkan pemimpin visioner, atau hanya memuntahkan sisa ambisi yang dibungkus massa bayaran.