Miris, Bonus Salah Satu Atlit Akuatik Sumenep Sengaja Tidak Di Cairkan

IMG 20250926 WA0066

Sumenep, NusantaraToday.id – Kenyataan pahit harus diterima oleh salah satu atlet renang asal Kabupaten Sumenep, Madura, yang telah berjuang mengharumkan nama daerah di kancah perhelatan Akuatik tingkat Provinsi Jawa Timur bernama Qyara Tahta Citradari Timur.

Diketahui, meskipun dia telah meraih medali 1 emas, dan 2 perunggu dalam sebuah ajang Kejurda Jatim 2025 di Sidoarjo, bonus yang dijanjikan oleh pihak Komunitas Akuatik Indonesia Sumenep tak kunjung diterima atau diberikan hingga saat ini.

Bacaan Lainnya

Pernyataan tersebut langsung disampaikan oleh Very Junianto, selaku orangtua atlet renang yang mendapatkan medali emas dan perunggu pada Cabor renang di Kejurda Jatim 2025.

Saat ditemui oleh para awak media, Very Junianto mengatakan, bahwa anaknya selaku atlet yang telah berhasil membawa harum Sumenep dengan menoreh medali 1 emas dan 2 perunggu Cabor renang di Kejurda Jatim 2025. Tetapi sangat disayangkan, pada acara penyerahan bonus atlet yang dilaksanakan di kediaman Ketua Akuatik Sumenep, anaknya tidak dipanggil untuk diberikan haknya dan yang pada akhirnya tidak menerima bonus apapun dari komunitas tersebut.

“Saya kaget mas, saya merasa perjuangan anak saya tidak dihargai oleh Akuatik Sumenep. Padahal, anak saya salah satu atlet yang mendapat medali emas tetapi pada saat penyerahan bonus atlet tadi, nama anak saya tidak dipanggil bahkan tidak mendapat bonus dari Akuatik Sumenep mas,” jelasnya. Kamis, (25/9/2025).

Menurutnya, ini bukan soal nominal tetapi soal harga diri dan mental anak. Padahal, anak saya sudah berjuang semaksimal mungkin demi memberikan yang terbaik saat berlaga di Kejurda Jatim 2025, bahkan anak saya berhasil membawa pulang sejumlah medali, mulai dari perunggu, hingga emas.

“Saya menduga ini ada unsur kesengajaan mas dari pihak pengurus Akuatik Sumenep. Sebab, tidak mungkin kalau pengurus tidak mengantongi dokumen Atlet-atlet cabor renang yang mendapatkan medali. Kan ini sangat lucu mas. Saya benar-benar dibuat malu dan tidak dihargai pada undangan penyerahan bonus di rumah Ketua Akuatik Sumenep tadi mas,” tegas Very.

Lebih lanjut, Very Junianto juga menambahkan, bahwa Perjuangan dan usaha keras anaknya hingga menorehkan medali seolah tak berarti. sebab, tidak ada kejelasan terkait pemberian bonus tersebut.

“Kami sudah menanyakan kepada pengurus Akuatik Sumenep, dan jawabannya terkesan mencla-mencle antara ketua dan bendahara, tidak ada kejelasan yang konkrit mengenai alasan kenapa anak saya tidak dipanggil pada acara penyerahan bonus tadi,” tuturnya.

Untuk itu, Dirinya berharap kepada para pengurus Akuatik Sumenep tak hanya segera memberi kepastian terkait pemberian bonus tersebut, tetapi juga kejelasan dan kepastian mengenai polemik ini.

“Mudah-mudahan para pengurus Akuatik Sumenep segera dievaluasi oleh Pemkab Sumenep dan KONI. Sebab, permasalahan seperti ini sangat berdampak negatif dan merugikan, serta membuat mental maupun semangat anak saya down,” pungkas Very Junianto.

Dengan situasi yang terjadi ini, akan berimplikasi terhadap integritas dan mental atlet, publik menuntut agar Bupati Sumeneptl turun tangan untuk menindak tegas para oknum dan pihak terkait yang telah mencoreng integritas Pemkab Sumenep agar tidak melemahkan semangat para talenta-talenta muda Kabupaten Sumenep.

Sementara itu, hingga berita ini terbit, Awakmedia masih sangat kesulitan untuk mendapatkan akses konfirmasi atau tanggapan ke Ketua Akuatik Sumenep, Faisal Riza Baisuni terkait adanya polemik bonus atlet.

 

(@Man )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *