Lampung Utara, Nusantaratoday.id – Honor pelatih Paskibra Kecamatan Abung Kunang, Lampung Utara, hanya Rp25 ribu per hari. Aiptu Husni Tamrin memilih menolak honor tersebut.
Penolakan itu disampaikan Husni dalam forum rapat koordinasi kecamatan menjelang peringatan HUT ke-81 RI. Ia bahkan mengembalikan honor yang diterimanya dan meminta dana tersebut dialihkan untuk kebutuhan operasional perayaan HUT RI.
“Ini bukan tentang keluhan, ini tentang bagaimana keringat manusia bisa dihargai selayaknya manusia. Ini kerja mencetak anak bangsa agar disiplin dan mandiri, tapi honornya hanya Rp25.000,” kata Husni.
Husni merupakan Kasubsektor Abung Kunang sekaligus pelatih Paskibra tingkat kecamatan. Selama persiapan upacara, ia melatih para calon anggota Paskibra selama sekitar 10 hari.
Besaran honor tersebut tercatat meningkat dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025, pelatih Paskibra hanya mendapat Rp15 ribu per hari atau Rp150 ribu untuk 10 hari pelatihan. Pembayarannya bahkan disebut baru dilakukan pada akhir September.
Sementara pada 2026, honor naik menjadi Rp25 ribu per hari atau Rp250 ribu untuk 10 hari.
Bagi Husni, persoalannya bukan semata nominal honor. Ia mempertanyakan bagaimana pemerintah menghargai pekerjaan yang berkaitan langsung dengan pembentukan karakter, kedisiplinan, dan nasionalisme generasi muda.
Sikap Husni kemudian memunculkan persoalan lain. Dalam forum tersebut terungkap bahwa kebutuhan resepsi peringatan HUT RI di tingkat Kecamatan Abung Kunang tidak sepenuhnya ditopang anggaran pemerintah.
Panitia disebut harus mengandalkan sumbangan sukarela dan swadaya dari berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan kegiatan.
Kondisi itu membuat Husni memilih mengalihkan honor yang ditolaknya untuk membantu operasional peringatan HUT RI.
“Kalau memang uang ini bisa digunakan untuk kebutuhan HUT RI, silakan dipakai. Saya tidak mengambilnya,” ujarnya.
Menurut Husni, peringatan kemerdekaan semestinya menjadi momentum yang mendapat perhatian serius, termasuk dari sisi dukungan anggaran. Terlebih, kegiatan tersebut melibatkan generasi muda yang dipersiapkan untuk menjalankan tugas pengibaran bendera pada upacara kemerdekaan.
Di akhir forum, Husni menyampaikan kalimat, “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un” dan “Salam Revolusi Kehidupan”.
Pernyataan itu disampaikan sebagai bentuk keprihatinannya terhadap kondisi penganggaran yang dinilai belum berpihak pada mereka yang bekerja di lapangan.
Hingga berita ini ditulis, Pemkab Lampung Utara dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) setempat belum memberikan keterangan resmi terkait besaran honor pelatih Paskibra maupun dukungan anggaran untuk peringatan HUT ke-81 RI di Kecamatan Abung Kunang.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai dasar penetapan honor tersebut serta mekanisme penganggaran kegiatan peringatan HUT RI di tingkat kecamatan.






