Gelar Simulasi Pengamanan Pilkades, Satlinmas dan Satpol PP Pemalang Buktikan Kesiapan Kawal Demokrasi Desa

Berry Pratama
2 min
IMG 20260618 112016
A-AA+A++

PEMALANG, NUSANTARATODAY.ID – Menjelang pesta demokrasi tingkat desa yang kian dekat, atmosfer di halaman depan Pendopo Kabupaten Pemalang mendadak tegang namun terkendali. Puluhan personel Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) berkolaborasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) unjuk ketangkasan dalam Simulasi Sistem Pengamanan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang dijadwalkan serentak pada November 2026 mendatang.

​Simulasi ini dirancang sangat realistis, menyerupai eskalasi konflik nyata di lapangan. Skenario dimulai dari ketegangan saat massa yang tidak puas dengan hasil penghitungan suara mulai anarkis dan mencoba menerobos barikade Tempat Pemungutan Suara (TPS).

​Dengan sigap dan terkoordinasi, personel Satlinmas di garis depan langsung membentuk pagar betis kokoh. Tak berselang lama, Tim Penindak Huru-Hara (PHH) Satpol PP diterjunkan untuk memecah kerumunan, mengamankan lokasi, serta menyelamatkan kotak suara dan dokumen negara yang krusial.

Baca Juga :  Perintah Bupati Bergerak Cepat, Inspektorat Lampung Utara Selidiki Dugaan Anggaran ATK Rp3,9 Miliar di DLH

​Kepala Seksi Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat (Kasi Trantibumlinmas) Satpol PP Pemalang, Agus Toati, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar seremonial. Simulasi ini merupakan bukti nyata kesiapan fisik, mental, dan taktis personel di lapangan.

​”Ini adalah persiapan pengamanan Pilkades serentak bulan November mendatang yang akan digelar di 173 desa se-Kabupaten Pemalang. Dalam mengawal agenda besar ini, peran aktif lingkungan melalui Satlinmas sangat dibutuhkan untuk mem-backup pengamanan,” ujar Agus, Kamis (18/6).

​Agus menambahkan, Satpol PP Pemalang akan mengerahkan kekuatan penuh demi mendukung kondusivitas wilayah selama tahapan Pilkades berlangsung.

Baca Juga :  Bupati Pemalang Akan Tindak Tegas Pratik Jual Beli Bangku Dalam Penerimaan Siswa Didik Baru

​”Untuk personel Satlinmas, nantinya kemungkinan akan di-BKO (Bawah Kendali Operasi) ke Polres. Kami memiliki 35 personel Satlinmas inti yang melekat di masing-masing desa. Harapan kami, mereka dapat mengawal jalannya Pilkades hingga tercipta situasi yang kondusif, aman, dan bebas dari gejolak,” imbuhnya.

​Menutup keterangannya, Agus Toati menyadari bahwa kontestasi politik di tingkat desa sering kali memicu dinamika sosial yang tinggi karena kedekatan emosional antar-warga.

​”Melalui simulasi ini, kami memastikan setiap anggota Satlinmas paham betul fungsi dan tugasnya: tahu kapan harus bertindak, apa yang harus dilakukan, dan bagaimana meredam emosi massa sesuai prosedur yang berlaku,” pungkasnya.