Desak Pelaku Pengeroyokan di Juanda Ditangkap, LPK MADAS Sedarah Minta Polisi Bertindak Tegas

Berry Pratama
2 min
1778761712709
A-AA+A++

NUSANTARATODAY.ID – Ketua Harian LPK MADAS Sedarah, H. Nurul Huda, mendesak Satreskrim Polresta Sidoarjo untuk segera menangkap para pelaku dugaan pengeroyokan yang terjadi di kawasan Juanda, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Peristiwa tersebut dinilai meresahkan masyarakat dan diduga berkaitan dengan aksi premanisme jalanan.

Menurut H. Nurul Huda, laporan terkait kejadian itu telah disampaikan ke Polda Jawa Timur beberapa jam setelah insiden terjadi. Selanjutnya, penanganan perkara dilimpahkan ke Polresta Sidoarjo untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Ia berharap aparat kepolisian bergerak cepat dalam mengungkap kasus tersebut agar para pelaku segera diamankan dan tidak menimbulkan korban lainnya di kemudian hari.

“Kasus ini harus segera ditindaklanjuti. Jika para pelaku tidak segera ditangkap, dikhawatirkan akan muncul korban-korban lainnya. Masyarakat tentu ingin merasa aman dan nyaman saat beraktivitas,” ujar H. Nurul Huda kepada awak media.

Baca Juga :  Jejak Digital Kurir Sabu Aceh-Jakarta Terendus, Ditresnarkoba Polda Sumsel Cegat Bus di Betung

Ia menegaskan, penanganan kasus tersebut menjadi ujian bagi aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di wilayah Sidoarjo dan Jawa Timur secara umum.

“Penegakan hukum harus berjalan tegas dan profesional. Aparat tidak boleh kalah oleh tindakan kekerasan maupun aksi premanisme yang meresahkan masyarakat,” tegasnya,Kamis, (14/5).

H. Nurul Huda juga mengungkapkan bahwa dirinya turut mendampingi korban sejak proses pelaporan awal. Ia mengaku prihatin atas peristiwa yang dialami korban, terlebih saat kejadian korban disebut sedang dalam perjalanan untuk menjemput jenazah anggota keluarganya dari Malaysia.

Berdasarkan informasi yang diterima, korban diduga diberhentikan oleh sekelompok orang di tengah perjalanan. Korban kemudian mengalami intimidasi, dugaan pemerasan, hingga pengeroyokan. Bahkan, korban disebut dipaksa menyerahkan uang sebesar Rp3 juta kepada para pelaku.

Baca Juga :  Bongkar Rekayasa Amuk Massa, Polda Sumsel Ungkap Pembunuhan Berencana di OKU Selatan

“Korban sedang dalam kondisi berduka karena hendak menjemput jenazah keluarganya dari Malaysia. Namun di perjalanan justru mengalami intimidasi, pemerasan, dan kekerasan fisik. Tindakan seperti ini sangat disayangkan dan tidak dapat dibenarkan,” ungkapnya.

Kasus tersebut kini menjadi perhatian publik. Masyarakat berharap Kapolresta Sidoarjo memberikan perhatian serius agar proses hukum berjalan cepat, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, masyarakat juga meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut serta menindak tegas segala bentuk aksi premanisme yang dinilai dapat mengganggu rasa aman di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Sidoarjo dan Jawa Timur.