Lampung Utara, Nusantaratoday.id – Tiga anggota Tekab 308 Polres Lampung Utara terluka saat melakukan penindakan terhadap seorang buronan yang diduga terkait jaringan peredaran senjata api ilegal di Muara Jaya, Kelurahan Kotabumi Udik, pada dini hari, 25 Agustus 2026.
Dalam penindakan tersebut, polisi berhasil melumpuhkan seorang DPO Satresnarkoba Polres Lampung Utara. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa revolver rakitan dan sejumlah amunisi.
Satu dari tiga personel yang terluka harus dirujuk ke Bandar Lampung. Sementara dua personel lainnya masih menjalani perawatan.
Tokoh masyarakat Lampung Utara, Frans Andaly, memberikan apresiasi kepada jajaran Polres Lampung Utara, khususnya anggota Tekab 308 yang terlibat dalam penindakan tersebut.
“Ini bukan pekerjaan biasa. Ini pengabdian. Mereka berhadapan langsung dengan bahaya demi memastikan Lampung Utara tetap aman dari peredaran narkoba dan kejahatan bersenjata,” ujar Frans. Rabu (25/8/2026)
Menurut Frans, keberanian para personel di lapangan menunjukkan integritas dan komitmen kepolisian dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Dia juga menilai tiga anggota yang terluka layak mendapatkan penghargaan atas pengabdiannya.
“Ketiga anggota yang terluka berhak mendapat penghargaan. Negara dan masyarakat wajib hadir untuk mereka. Karena hari ini, merekalah yang menjaga kita tetap bisa tidur nyenyak,” katanya.
Frans berharap perhatian terhadap ketiga personel tersebut tidak berhenti pada pemberian apresiasi. Menurutnya, dukungan moril, perhatian dari pimpinan, serta pemulihan bagi personel dan keluarganya harus menjadi prioritas.
“Kalau aparat di depan sudah taruh nyawa, maka kita di belakang wajib memberi dukungan penuh,” tegasnya.
Frans turut mendoakan ketiga anggota Tekab 308 yang terluka agar segera pulih dan dapat kembali menjalankan tugas.
“Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan secepatnya, menguatkan lahir batin, dan menjadikan pengorbanan ini sebagai amal ibadah. Kami rindu melihat mereka kembali mengabdi untuk masyarakat,” ucapnya.
Dia menambahkan, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa rasa aman masyarakat tidak lepas dari risiko yang dihadapi aparat di lapangan.
“Untuk Tekab 308, hormat kami. Lekas pulih dan kembali bertugas,” pungkas Frans.






