Air Mata Relawan Tumpah, Bocah Korban Banjir Aceh Minta Dua Selimut: “Satu untuk Mamak”

Berry Pratama
1 min
IMG 20251214 220339
A-AA+A++

ACEH, Nusantaratoday.id – Di tengah keterbatasan pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, sebuah momen mengharukan terjadi di lokasi pengungsian saat relawan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada para korban.

Seorang bocah laki-laki dengan tubuh kecil dan suara lirih mendekati meja pembagian bantuan. Dengan ragu namun penuh harap, ia menyampaikan permintaan sederhana kepada relawan.

“Kak, selimut satu,” ucapnya pelan.

Para relawan pun bersiap menyerahkan selimut tersebut. Namun, sebelum bantuan diberikan, bocah itu kembali menoleh, seolah mengingat sesuatu yang lebih penting dari dirinya sendiri.

Baca Juga :  Lahan Hutan Wisata Punti Kayu Palembang Terbakar, Diduga Akibat Puntung Rokok

“Satu lagi untuk mamak,” tambahnya singkat.

Kalimat pendek itu seketika menghentikan aktivitas di sekitar meja bantuan. Beberapa relawan tak kuasa menahan air mata. Di tengah situasi darurat, ketika rasa dingin dan lapar menjadi beban bersama, bocah tersebut justru mendahulukan kebutuhan ibunya.

Peristiwa ini menjadi potret kuat tentang ketulusan, kasih sayang, dan nilai keluarga yang tetap hidup di tengah bencana. Dalam keterbatasan, bocah itu menunjukkan bahwa empati tak pernah mengenal usia, dan cinta seorang anak kepada orang tua mampu menghangatkan lebih dari sekadar selimut.

Baca Juga :  Polemik Penolakan Seismik di Pulau Kangean, Daeng Sultan : Masyarakat Jangan Terprovokasi

Kisah kecil dari pengungsian Aceh ini menjadi pengingat sunyi bahwa di balik duka bencana, kemanusiaan masih berdiri tegak rapuh, namun bercahaya. (Iam)