Dua Jurnalis Jadi Korban Bentrokan di Depan Mapolda Sumsel, Polisi Janji Usut Tuntas

Berry Pratama
3 min
IMG 20261014 WA0073 scaled
A-AA+A++

Palembang, Nusantaratoday.id – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) berkomitmen mengusut tuntas insiden bentrokan di Jalan Jenderal Sudirman KM 4,5, tepatnya di depan Mapolda Sumsel, pada Selasa (13/10/2026) sore. Peristiwa sekitar pukul 16.00 WIB ini menjadi sorotan publik dan insan pers setelah mengakibatkan korban luka dari unsur jurnalis, mahasiswa, hingga aparat kepolisian.

​Insiden tersebut menyebabkan enam orang mengalami luka-luka dan trauma. Para korban terdiri atas dua jurnalis, tiga mahasiswa, dan satu anggota kepolisian, yang seluruhnya langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Sumsel untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

​Dalam konferensi pers di RS Bhayangkara pada pukul 22.00 WIB, Kapolda Sumsel Irjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden yang mencederai masyarakat penyampai aspirasi serta wartawan yang sedang bertugas.

​”Kami ikut prihatin atas apa yang terjadi kepada masyarakat yang sedang menyampaikan pendapat di depan umum, khususnya kepada rekan-rekan media yang sedang melaksanakan tugas. Sesuai arahan Bapak Kapolri, para korban telah ditempatkan di ruang VVIP dan diberikan perawatan medis khusus,” ujar Irjen Pol. Rony Samtana.

Baca Juga :  Warga Sako Geger, Kobaran Api Tiba-Tiba Lalap Rumah Bedeng Saat Malam Mulai Larut

Berdasarkan keterangan kepolisian, bentrokan bermula saat kelompok Harimau Sumatera Bersatu (HSB) dan sejumlah pengemudi ojek online membagikan masker di Kota Palembang. Aksi sosial digelar sebagai bentuk keprihatinan atas makin pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera Selatan.

​Pada saat bersamaan, Aliansi Cipayung Plus tengah menggelar aksi unjuk rasa damai di pintu area yang berbeda namun berdekatan. Jarak yang relatif dekat antarkelompok tersebut diduga memicu gesekan akibat provokasi dari pihak yang kini masih dalam penyelidikan, hingga akhirnya berujung pada bentrok fisik.

​Adapun korban yang teridentifikasi dalam insiden tersebut adalah:
​Rahmad Kurniawan Putra (Wartawan Tribun): mengalami luka pada bibir, kening, kaki, dan tangan.
​Mulyadi (Wartawan PalTV): mengalami luka robek pada bibir atas dan bawah.
​Harris Juliansya (Mahasiswa KAMMI): mengalami luka lecet pada hidung.
​Abdul Basir Ridho (Mahasiswa PMII): mengalami luka memar pada kedua tangan.
​Rm. Taufiq (Mahasiswa Muhammadiyah): mengalami luka lecet pada dagu.
​Aipda Bayu Saputra (Anggota Intelkam Polda Sumsel): mengalami luka pada wajah, mata kanan, dahi, dan hidung.

​”Terhadap kejadian ini, kami akan melakukan evaluasi dan investigasi secara menyeluruh untuk mencari pelaku yang harus bertanggung jawab secara hukum. Saat ini, kami telah mengamankan satu orang masyarakat bernama Rizki Kurniawan yang diduga kuat berperan sebagai provokator,” jelas Kapolda.

Baca Juga :  Perkuat Sinergi Dengan Wartawan, Satlantas Lampung Utara Siap Tingkatkan Pelayanan Publik

​Dari tangan terduga provokator tersebut, aparat menyita barang bukti berupa satu bilah pisau bergagang hijau dan satu senjata tajam panjang berbilah pipa. Saat ini, terduga diamankan di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel guna menjalani pemeriksaan intensif untuk mendudukkan status hukumnya secara transparan.

​Di sisi lain, perwakilan insan pers yang menjadi korban menyayangkan tindakan kekerasan terhadap jurnalis saat menjalankan tugas yang dilindungi undang-undang.

​”Pada saat kejadian, kami sudah menyampaikan secara baik-baik kepada oknum tersebut bahwa kami adalah wartawan yang sedang meliput. Namun, kami justru mendapat perlakuan kekerasan dan upaya perampasan gawai,” ungkap salah satu jurnalis korban di lokasi kejadian.

​Insan pers berharap kepolisian mengusut tuntas perkara ini hingga ke akar-akarnya agar perlindungan terhadap kerja-kerja jurnalistik di ruang publik tetap terjamin tanpa rasa takut.

IMG-20260904-WA0396