Timnas Indonesia merayakan kemenangan setelah menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. (IG/@timnasindonesia)
Nusantaratoday.id — Tim nasional Indonesia resmi mentasbihkan diri sebagai raja sepak bola Asia Tenggara usai menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Skuad Garuda menumbangkan Thailand lewat drama adu penalti mendebarkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (5/10/2026).
Di balik trofi bersejarah tersebut, kedewasaan taktis pelatih John Herdman menjadi sorotan utama. Pengamat sepak bola nasional, Bung Binder, menyoroti kejelian juru taktik asal Inggris itu dalam membaca dinamika lapangan serta keberaniannya mengambil keputusan krusial di saat kritis.
”Ini adalah pembuktian bahwa John Herdman tidak keras kepala dan tidak memiliki istilah ‘anak emas’. Jika ada pemain yang tampil di bawah performa, ia tak ragu melakukan pergantian cepat demi kepentingan tim,” ujar Bung Binder melalui kanal YouTube pribadinya, Selasa (6/10/2026).
Langkah Herdman merombak skema di tengah laga dinilai menjadi kunci dalam mematikan pergerakan Thailand. Bersama analis Hanif Thamrin, Bung Binder menyoroti bagaimana Timnas Indonesia tampil sangat adaptif sepanjang 120 menit laga berjalan.
Indonesia mengawali laga dengan pola 3-4-3. Memasuki babak kedua, Herdman menggeser struktur menjadi 3-5-2 guna memperkuat lini tengah sekaligus meredam transisi cepat lawan. Fleksibilitas tersebut semakin terlihat di babak perpanjangan waktu ketika Garuda bertransisi ke skema 4-3-3 untuk merespon tekanan lawan.
Pertempuran sengit yang berakhir imbang 2-2 selama 120 menit akhirnya dituntaskan lewat adu penalti. Empat eksekutor Indonesia Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama sukses menjalankan tugasnya dengan dingin dan mengunci gelar juara edisi perdana FIFA ASEAN Cup.
Keberhasilan ini tidak hanya mempersembahkan trofi bagi Indonesia, tetapi juga menegaskan bahwa fleksibilitas taktik dan kedalaman skuad menjadi modal vital bagi Herdman dalam menatap kompetisi internasional mendatang.






