Mahasiswa FHIS UMKO Demo, Tuntut Uang Field Trip Dikembalikan

Redaksi
2 min
IMG 20260903 125013
A-AA+A++

Lampung Utara, Nusantaratoday.id – Puluhan mahasiswa Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Universitas Muhammadiyah Kotabumi (FHIS UMKO) menggelar demonstrasi, Kamis (3/9/2026). Mereka memprotes keputusan kampus yang dinilai sepihak terkait pengembalian uang field trip dan pelaksanaan KKN Tematik.

Aksi berlangsung sejak sekitar pukul 09.30 WIB di Gedung FHIS UMKO. Mahasiswa membawa poster dan pengeras suara, lalu bergantian menyampaikan tuntutan dan orasi.

Massa menilai kampus mengingkari sejumlah komitmen yang disampaikan dalam pertemuan pada 8 Juli 2026.

Ada tiga tuntutan utama yang disuarakan. Mahasiswa meminta uang field trip dikembalikan 100 persen, KKN ditiadakan atau biaya KKN dihapus, serta transparansi penggunaan dana field trip yang disebut telah disetorkan kepada pihak ketiga, TAMPIA GRUP.

“Kami bukan peminta-minta. Kami mahasiswa yang membayar. Kami hanya minta kampus menepati omongannya sendiri,” kata Koordinator Lapangan M. Affan Raditthia dalam orasinya.

Baca Juga :  Bupati Lampura Lanjutkan Program Seragam Gratis untuk 16 Ribu Siswa

Menurut mahasiswa, tuntutan pengembalian dana field trip merujuk pada pernyataan Wakil Dekan dan Kaprodi saat pertemuan dengan orang tua mahasiswa di UMKO pada 8 Juli 2026. Dalam pertemuan itu, mahasiswa mengklaim pihak kampus menyampaikan bahwa uang field trip akan dikembalikan 100 persen.

Pada hari yang sama, mahasiswa juga menyebut ada pertemuan di Palembang yang dihadiri Wakil Rektor II, Wakil Dekan, dan Kaprodi. Dalam pertemuan tersebut, menurut mereka, kampus berkomitmen meniadakan KKN atau setidaknya menghapus biaya KKN sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada mahasiswa.

Namun, keputusan yang disampaikan kampus saat aksi justru berbeda.

Dekan FHIS UMKO Dr. Didiek Mawardi, M.H., menyatakan kampus tidak dapat mengembalikan uang mahasiswa dengan sejumlah pertimbangan. Kampus juga tetap meminta mahasiswa mengikuti KKN Tematik dengan alasan akademis.

Baca Juga :  Gedung MTs Pelawe Kritis, Tokoh Pemuda Musi Rawas: Jangan Tunggu Ada Korban Baru Bertindak

Pernyataan itu langsung ditolak massa aksi.

Mahasiswa menilai keputusan tersebut tidak sejalan dengan komitmen yang sebelumnya mereka terima. Mereka juga menyebut para wali mahasiswa turut menolak keputusan kampus.

Selain soal pengembalian uang, massa mendesak kampus membuka penggunaan dana field trip. Mereka mempertanyakan dana yang disebut telah disetorkan kepada TAMPIA GRUP, termasuk aliran dan penggunaannya.

“Kami menuntut transparansi. Jangan sampai mahasiswa hanya diminta membayar, tetapi ketika mempertanyakan penggunaan dananya tidak mendapat penjelasan yang terang,” ujar Affan.

Hingga aksi berlangsung, belum ada kesepakatan antara mahasiswa dan pihak UMKO. Massa masih melanjutkan demonstrasi dan mendesak kampus memenuhi tuntutan mereka.

IMG-20260904-WA0396