5 Tahun Dibiarkan Rusak, Warga Turgak Tambal Akses Sukaraja–Turgak Secara Swadaya

Berry Pratama
2 min
IMG 20260810 WA0387
A-AA+A++

LAMPUNG BARAT, NUSANTARATODAY.ID — Tak sanggup lagi menunggu kepastian pemerintah, warga Pekon Turgak bersama Pemerintah Pekon (Pemkon) mengambil tindakan tegas. Setelah lima tahun dibiarkan terbengkalai dan diperparah oleh longsor, ruas jalan strategis Sukaraja–Turgak, Kecamatan Belalau, akhirnya diperlebar dan dicor secara gotong royong, Minggu (9/8).

​Aksi penanganan darurat ini didasari oleh mendesaknya fungsi jalan tersebut. Jalur di kawasan perbukitan ini merupakan urat nadi utama mobilitas warga menuju pusat pemerintahan, sekolah, fasilitas kesehatan, hingga penggerak roda ekonomi lokal.

​“Yang penting jalan bisa dilewati dulu. Warga gotong royong menyumbang tenaga, dana sukarela, hingga meminjamkan kendaraan operasional. Pemkon juga mengulurkan bantuan sebisa kami,” ujar salah seorang warga setempat.

Baca Juga :  Sorotan Tajam Proyek Geothermal Lampung Barat: Sengkarut Deforestasi, Misteri Pasokan Solar, dan Ironi Ganti Rugi Kopi Rp40 Ribu

​Kondisi jalan pascalongsor sebelumnya sangat membahayakan. Penyempitan badan jalan dan licinnya medan saat hujan kerap mengancam keselamatan para pengendara. Langkah pengecoran swadaya ini diambil murni agar akses vital masyarakat tidak terputus total.

​Peratin Pekon Turgak, Ichwan, mengapresiasi tingginya kepedulian warga. Namun, ia menegaskan bahwa penanganan swadaya ini hanyalah solusi sementara dan tidak menghilangkan kewajiban Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat untuk melakukan perbaikan permanen.

​“Kami bersyukur atas semangat gotong royong warga. Bantuan ini murni penanganan darurat agar jalan tetap hidup. Namun, perbaikan menyeluruh secara teknis dan permanen tetap berada di tangan pemerintah daerah,” tegas Ichwan.

Baca Juga :  Cek Daftarnya! Kejari Lampung Utara Lelang iPhone, Honda Sonic, Vario hingga Mitsubishi T120

​Warga berharap Pemkab Lampung Barat segera merespons jeritan masyarakat dengan menurunkan anggaran perbaikan menyeluruh. Tak sekadar menambal aspal, pembangunan infrastruktur pendukung seperti talud penahan tanah (TPT) sangat mendesak dibangun guna mencegah longsor susulan di musim hujan.

​Inisiatif warga menambal jalan rusak ini menjadi bukti betapa kritisnya keberadaan akses Sukaraja–Turgak. Masyarakat mendesak perbaikan permanen segera direalisasikan agar aktivitas pendidikan, kesehatan, dan ekonomi warga tidak terus-menerus terancam.