Lampung Utara, Nusantaratoday.id – Pendidikan Islam tak hanya tumbuh di ruang kelas. Di pelosok desa, para guru ngaji terus menjadi bagian penting dalam membentuk ilmu dan akhlak generasi muda.
Hal itu mengemuka dalam kegiatan NGOPI (Ngobrol Pendidikan Islam) yang digelar Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Kementerian Agama RI, di Desa Sumber Agung, Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara, Senin (10/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara masyarakat, guru ngaji, tokoh agama, dan pemangku kepentingan untuk membahas kondisi serta masa depan pendidikan Islam di tingkat akar rumput.
“Pendidikan tidak selalu dimulai dari ruang kelas yang megah. Kadang, ia tumbuh dari surau, masjid, rumah-rumah sederhana, dan ketulusan seorang guru ngaji,” menjadi salah satu pesan yang mengemuka dalam pertemuan tersebut.
Kegiatan NGOPI menghadirkan anggota DPR RI dari Partai Golkar H. Aprozi Alam serta Prof. Dr. H. Deden Makbullah, M.Ag. Turut hadir Dr. Akbar Tanjung, S.Pd., M.Pd., Wakil Dekan I UIN Raden Intan Lampung.
Sejumlah tokoh lokal juga ikut dalam dialog, di antaranya anggota DPRD Lampung Utara Guntur Laksana, pengurus PAC Abung Timur Lubis Ismail, pengurus PAC Abung Surakarta Achmad Bayu Multazam, tokoh masyarakat, guru ngaji, dan warga setempat.
Dalam suasana santai, pembahasan tidak hanya berkutat pada persoalan pendidikan secara umum. Para peserta juga menyampaikan aspirasi mengenai perhatian terhadap guru ngaji, madrasah, serta keberlangsungan pendidikan Islam di tengah masyarakat.
Konsep NGOPI sengaja dikemas sebagai ruang perjumpaan yang dekat dengan masyarakat. Secangkir kopi menjadi pembuka percakapan, sementara aspirasi para pendidik dan warga menjadi inti pembahasan.
Dari Desa Sumber Agung, pesan yang dibawa cukup sederhana: pendidikan Islam perlu terus didengar dari sumbernya, termasuk dari para guru ngaji yang berada jauh dari pusat kota.
Melalui forum semacam ini, aspirasi dari tingkat desa diharapkan dapat tersambung dengan para pengambil kebijakan sehingga perhatian terhadap pendidikan Islam, madrasah, dan guru ngaji semakin kuat.





