SPPG Kotabumi Tengah Tegaskan MBG Gunakan Bahan Non-Subsidi

Suyono
2 min
IMG 20260731 WA0033
A-AA+A++

Lampung Utara, Nusantaratoday id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kotabumi Tengah menegaskan komitmennya meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus memastikan seluruh operasional dapur mematuhi ketentuan pemerintah dengan menggunakan bahan baku dan sarana produksi non-subsidi.

Ketua SPPG Kotabumi Tengah, Febri Zulkarnain, mengatakan evaluasi terhadap operasional dapur dilakukan secara berkala untuk memastikan makanan yang disajikan memenuhi standar kebersihan, keamanan pangan, dan kecukupan gizi bagi para penerima manfaat.

“Kami berkomitmen menjalankan Program Makan Bergizi Gratis sesuai ketentuan yang berlaku. Evaluasi akan terus dilakukan agar kualitas menu, kebersihan dapur, dan pelayanan kepada penerima manfaat semakin meningkat,” kata Febri, Jumat (31/7/2026).

Baca Juga :  Pelepasan Siswa SDN 07 Tanjung Aman Tampilkan Budaya Lampung

Ia menegaskan, SPPG Kotabumi Tengah telah menyesuaikan seluruh kebutuhan operasional sesuai regulasi pemerintah. Dalam penyelenggaraan MBG, dapur menggunakan LPG non-subsidi, minyak goreng komersial (non-subsidi), serta beras non-subsidi.

Menurut Febri, langkah tersebut merupakan bentuk kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah agar distribusi barang bersubsidi tetap tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak menerimanya.

Selain memastikan kepatuhan terhadap regulasi, SPPG juga terus memperkuat penerapan higiene dan sanitasi pangan. Pengawasan dilakukan di setiap tahapan, mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, proses pengolahan, hingga distribusi makanan kepada para penerima manfaat.

Baca Juga :  Terlibat Penyalahgunaan Narkoba, Seorang ASN di Pulau Kangean Ditangkap Polisi

Febri menambahkan, masukan dari masyarakat maupun hasil evaluasi internal menjadi dasar untuk terus menyempurnakan kualitas pelayanan Program MBG.

SPPG Kotabumi Tengah berharap kolaborasi antara pengelola dapur, pemerintah, Badan Gizi Nasional, sekolah, dan masyarakat terus diperkuat agar Program Makan Bergizi Gratis berjalan transparan, akuntabel, serta mampu memberikan manfaat gizi yang optimal bagi peserta didik.

Menurutnya, peningkatan mutu layanan harus menjadi proses yang berkelanjutan agar Program MBG dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi generasi muda Indonesia.