Tangisan Histeris Anak di Bali, Kisah Pilu Sang Ayah yang Tewas Dikeroyok Massa akibat Dugaan Curi Ayam

Berry Pratama
3 min
IMG 20260726 133300
A-AA+A++

NUSANTARATODAY.ID – Sebuah video haru yang memperlihatkan tangis histeris seorang anak perempuan di Bali mendadak viral dan menyayat hati warganet. Sang anak tak mampu menahan duka mendalam saat menyambut kepulangan jenazah ayahnya yang tewas mengenaskan akibat aksi main hakim sendiri oleh massa.

​Sang ayah, pria berinisial KD, mengembuskan napas terakhirnya usai dikeroyok warga setelah diduga berusaha mencuri seekor ayam aduan di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.

​Video momen memilukan tersebut langsung memicu simpati mendalam sekaligus perdebatan sengit di jagat maya mengenai batas keadilan publik dan tindakan main hakim sendiri.

​Tragedi berdarah ini terjadi pada Jumat dini hari, 24 Juli 2026, sekitar pukul 01.30 WITA. Saat itu, KD diduga tertangkap basah hendak mengembat ayam aduan milik I Wayan Adi Suteja (31). Diduga karena kepungan amarah warga yang telah lama resah akibat maraknya kasus pencurian ayam, aksi pengejaran pun tak terhindarkan.

​”Warga emosi karena wilayah tersebut memang sedang marak kasus kehilangan ayam. Pengeroyokan terhadap terduga pelaku akhirnya terjadi hingga korban meninggal dunia di lokasi kejadian,” ungkap Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani. Minggu (26/7/2026).

Baca Juga :  Razia Hiburan Malam di Sumenep, Dua Pemuda Terindikasi Narkoba

​Aksi brutal massa tak berhenti di situ. Motor milik KD turut dibakar hingga hangus tak berbentuk. Bahkan, beredar rekaman pilu lain yang memperlihatkan tubuh KD yang sudah tak berdaya diduga sempat diseret oleh warga di tengah jalan.

​”Saat petugas tiba di tempat kejadian perkara (TKP), kami mendapati korban KD sudah dalam keadaan meninggal dunia,” dikatakan Wiwik.

​Di lokasi kejadian, pihak kepolisian menyita sejumlah barang bukti, mulai dari sebilah golok, tas berisi tang, ketapel, batu, uang tunai, hingga seekor ayam aduan.

​Kapolsek Baturiti, Kompol Nyoman Darsana, menegaskan bahwa kepolisian tidak hanya berfokus pada dugaan pencurian, tetapi juga mengusut tuntas aksi kekerasan yang menewaskan korban.

​”Penyidik menangani dua dugaan tindak pidana sekaligus: dugaan pencurian ayam aduan dan dugaan pengeroyokan secara bersama-sama yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” jelas Darsana.

​Di tengah polemik hukum yang berjalan, duka mendalam merundung keluarga yang ditinggalkan. Rekaman emosional sang anak salah satunya diunggah oleh akun Instagram @infojawabarat pada Minggu (26/7/2026).

Baca Juga :  Aksi Humanis Kapolrestabes Palembang, Redam Ketegangan Demo dengan Bagikan Pempek Gratis

​”Di balik riuh pemberitaan dugaan pencurian dan aksi pengeroyokan, ada sebuah keluarga yang kini harus kehilangan sosok ayah untuk selamanya,” tulis narasi dalam video yang kini telah ditonton lebih dari 850 ribu kali tersebut.

​Dalam rekaman singkat itu, terngiang jelas jerit histeris sang anak saat melihat peti jenazah sang ayah tiba di rumah duka. “Bapak… Bapak…” teriaknya parau sembari terus ditenangkan oleh kerabat yang memeluknya.

​Unggahan tersebut langsung dibanjiri beragam simpati dan kemarahan dari para pengguna media sosial.

​”Yang ngeroyok, hati nuranimu ada di mana?” tulis akun @wan********n.

​”Mencuri memang tidak dibenarkan, tapi membunuh juga bukan cara yang benar untuk memberikan efek jera!” tegas akun @dor*****_.*

​”Selalu ada sebab dan akibat, tapi bagaimana jika beliau mencuri karena terdesak lapar? Sayang, massa abai untuk mendengar alasannya,” iba akun @sal*******a.

​”Nyesek banget sampai ke sini, berat sekali ujian untuk adik itu,” ungkap akun @han*****i.