Perkemahan Tingkat SD/MI-SMP/Mts Sekecamatan Kota Sumenep Banyak Kejanggalan

IMG 20250929 WA0080
Foto : Ilustrasi

Sumenep_Nusantaratoday.id, Terjadi kembali ketidak transparan sebuah ajang kegiatan perlombaan perkemahan di Kwarran sekecamatan kota Sumenep yang dilaksanakan di lapangan sepakbola Paberasan.

Kali ini terjadi di ajang perlombaan perkemahan tingkat SD/MI, SMP/MTS yang di ikuti dari 39 lembaga se kecamatan kota sumenep, yang mana banyaknya kejanggalan yang terjadi di acara perkemahan tersebut.

Bacaan Lainnya

Terjadinya ketidak transparansian dan kejelasan pelaksanaan yang sudah tidak sesuai dengan technikal metting dari adanya penarikan iuran, pengumuman juara yang seharusnya di umumkan saat upacara penutupan yang diumumkan sesudah acara selesai dan nilai yang seharusnya masuk ke panitia malah masuk ke kwarran.

Dari pernyataan salah seorang narasumber yang tidak mau disebutkan identitasnya menyampaikan bahwa adanya penarikan pendaftaran yang nominalnya Rp. 100ribu pertenda yang dalam acaranya di hadiri 79 tenda.

“Semua peserta ditarik uang pendaftaran padahal sdh ada iuran setiap bulan dari semua gugus depan, Peserta sebanyak 79 tenda SD/MI- SMP/MTs dan lembaga rata-rata mengirimkan 2 tenda ”, jelasnya.

Lanjutnya, belum lagi adanya penarikan untuk sumbangan bibit alpukat ditiap lembaga yang nominalnya sama dengan pendaftaran yakni Rp. 100 ribu.

“ Persekolah juga dimintai Rp.100.000 untuk penanaman pohon alpukat. Itupun pelaksanaannya tidak sesuai dg Teknikal Meeting, Untuk pendaftaran beda dg pohon alpukat dan sedangkan pohon alpukat dimintai per lembaga ”, Terangnya.

Belum lagi saat pengumuman juaranya yang mana untuk tidak diumumkan saat upacara penutupan, pengumumannya yang disampaikan sesudah acara selesai lewat kepala sekolah masing-masing, ini sudah tidak sesuai dengan technikal mettingnya.

“ Padahal namanya lomba itu kan harus diumumkan pada saat Upacara Penutupan. Ini malah sebaliknya. Diumumkan satu hari setelah pelaksanaan. Dan mestinya dishare di grup panitia dan Kwarran Kota. Ini malah via WA langsung kepada kepala sekolah masing-masing ”. Imbuhnya.

Dari semua hasil nilai perlombaan tersebut, itu semuanya terkumpul ke kwarran kecamatan kota sumenep, yang seharusnya nilai itu masuk ke ketua panitia.

“ Semua nilai dikumpulkan ke Ka Kwarran Kota Sumenep, bukan ke Ketua Panitia Kan aneh ”, lanjutnya.

Tim media berhasil mengkorfirmasi via telekomusikasi resmi dari pihak kwarran yang selaku anggota dari kwarran yakni Mawardi yang menjelaskan terkait pengumuman juara, untuk yang putra pengumuman di sampaikan di saat acara penutupan dan untuk yang putri memang di umumkan sesudah acara penutupan yang mana dari regu tersebut karena sakit.

“ Untuk yang putra diumumkan saat acara penutupan dan yanh putri memang benar diumumkan sesudah acara penutupan yang mana kontingen putri tersebut ada yang sakit, ” Terangnya Mawardi (30/09/25).

Sampai saat ini media belum bisa menghubungi dari ketua kwarran Drs. Ach. Surahman, M.Pd untuk dimintai keterangan tentang permasalahan ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *