Warga Desak Direktur PDAM Limau Kunci Turun Tangan, Dugaan Ketidakadilan Distribusi Air Bersih

Suyono
2 min
IMG 20260630 WA0020
A-AA+A++

Lampung Barat, Nusantaratoday.id– Keluhan masyarakat terhadap pelayanan PDAM Limau Kunci Cabang Unit Sukau 2 semakin mengemuka. Warga Pekon Hanakau dan Pekon Tanjung Raya, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat, mendesak Direktur PDAM Limau Kunci turun langsung ke lapangan untuk mengevaluasi pelayanan distribusi air bersih yang dinilai tidak adil.

Menurut sejumlah warga, pasokan air bersih dalam beberapa waktu terakhir sangat minim. Bahkan, dalam satu pekan air disebut hanya mengalir satu hingga dua hari, sementara di lokasi lain justru mengalir tanpa hambatan.

“Kami minta Direktur PDAM turun langsung melihat kondisi di lapangan. Jangan hanya menerima laporan dari bawah. Faktanya, pembagian air di desa kami tidak merata,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Selasa (30/6/2026).

Tak hanya persoalan distribusi air, warga juga mengungkap dugaan adanya praktik yang dinilai tidak transparan dalam penagihan rekening air. Mereka mengaku masih banyak pelanggan yang belum memiliki meteran air, namun tetap dikenakan tagihan bulanan dengan nominal yang bervariasi.

Baca Juga :  Babak Penentu Izin BTS Kelapa Tujuh: Berkas Geser ke Cipta Karya, Siapa Tanggung Jawab Jalan Rusak

“Ada yang ditagih Rp30 ribu, Rp50 ribu bahkan lebih, padahal di rumah tidak ada meteran. Besaran tagihan hanya diperkirakan saja,” ungkap warga.

Keluhan lain yang disampaikan masyarakat adalah adanya pelanggan yang selama bertahun-tahun tidak pernah ditagih, namun ketika dilakukan penagihan, nominalnya disebut mencapai angka yang sangat besar.

Warga juga menduga adanya perlakuan berbeda dalam distribusi air. Mereka mengaku menemukan kondisi di mana sebagian wilayah mengalami mati total, sementara rumah-rumah tertentu tetap memperoleh aliran air.

“Di jalur dekat kantor cabang air hidup terus, sedangkan di depan kantor sendiri justru mati. Bahkan saat semua pelanggan tidak mendapat air, ada satu rumah yang airnya tetap mengalir,” kata warga.

Baca Juga :  Warga Sako Geger, Kobaran Api Tiba-Tiba Lalap Rumah Bedeng Saat Malam Mulai Larut

Menurut pengakuan warga, pemilik rumah tersebut disebut menyampaikan bahwa mereka menggunakan jalur khusus dengan tambahan biaya untuk penggalian jaringan. Klaim tersebut kini menjadi perhatian masyarakat yang meminta adanya penjelasan resmi dari pihak PDAM.

Atas berbagai persoalan tersebut, masyarakat berharap Direktur PDAM Limau Kunci segera melakukan inspeksi mendadak, mengevaluasi kinerja pegawai di Cabang Unit Sukau 2, serta mengaudit sistem distribusi dan penagihan agar pelayanan air bersih dapat berlangsung secara adil, transparan, dan sesuai aturan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PDAM Limau Kunci Cabang Unit Sukau 2 maupun manajemen PDAM Limau Kunci belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai keluhan dan dugaan yang disampaikan masyarakat. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait guna memperoleh penjelasan yang berimbang.