Mengajar Dengan Hati, Menanam Dengan Bukti Kisah Sukses Kepala SMP di Pemalang Tanam Kangkung Organik

Berry Pratama
2 min
IMG 20260630 113702
A-AA+A++

PEMALANG, NUSANTARATODAY.ID – Menjadi seorang kepala sekolah dengan tanggung jawab yang besar tidak menyurutkan semangat Hadi Harnoto untuk mencari kesibukan positif di luar dunia pendidikan.

Kepala SMP Negeri 4 Petarukan ni membuktikan bahwa waktu luang dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah sekaligus memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya.

Di sela-sela kesibukannya memimpin sekolah dan mengurus administrasi pendidikan, pria paruh baya ini memilih untuk menekuni budidaya tanaman kangkung sistem organik dengan tambahan tumpang sari ratusan pohon mangga,

Ide awal ini bermula dari keprihatinannya melihat lahan pekarangan di sekitar rumahnya di daerah Tegalsari, Kecamatan Ampelgading yang terbengkalai.

“Daripada waktu luang terbuang percuma, saya mencoba memanfaatkan lahan kosong. Awalnya hanya untuk konsumsi pribadi dan hobi, ternyata hasilnya melimpah dan tetangga banyak yang berminat,” ungkapnya sambil tersenyum ramah saat ditemui di sela-sela panen,pada Selasa ( 30/6 ).

Baca Juga :  Saniman Wafi: Jangan Hanya Statement, Wali Kota Malang Harus Hentikan Pungutan Sekolah

Berbekal referensi dari internet dan pengalamannya, ia menyulap lahan seluas sepertiga hektar miliknya menjadi petak-petak hijau yang subur.

Ia menerapkan metode tanam organik yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan pupuk kompos dari dedaunan kering. Hebatnya, perawatan tanaman ini dilakukan murni di luar jam dinas, yakni pada sore hari setelah semua urusan kantor selesai.

Kini, usaha sampingan tersebut telah membuahkan hasil manis. Dalam sekali siklus panen yang hanya memakan waktu 21 hingga 25 hari, ia mampu memanen hingga kangkung seberat 1,5 kuintal.

Dengan harga pasar lokal yang berkisar antara Rp3.000 hingga Rp5.000 per ikat, jika lebaran harga per ikat kangkung bisa meroket hingga tembus Rp9.000 rupiah, ia bisa mengantongi omzet jutaan rupiah setiap kali panen.

Kesuksesan Hadi Harnoto ini bukanlah sekadar soal materi. Ia menjadikan kebun kangkungnya sebagai laboratorium hidup tidak resmi bagi para peminat untuk bertani kangkung,

Baca Juga :  PPDB SMPN 1 Kotabumi Resmi Dibuka, Semua Tahapan Dilakukan Secara Online

Beberapa kali, ia mengajak para peminat bertani kangkung,untuk praktik langsung belajar dasar-dasar bercocok tanam.

“Saya ingin menanamkan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) dan kemandirian kepada mereka yang berminat, Menjadi petani itu keren dan sangat menjanjikan jika dikelola dengan manajemen yang baik. Kangkung ini juga menjadi simbol bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari pekarangan rumah kita sendiri,” pungkasnya.

Langkah inovatif sang kepala sekolah ini mendapat apresiasi penuh dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang.

Apa yang dilakukan membuktikan bahwa seorang pendidik tidak hanya harus bisa mengajar di dalam kelas, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di tengah masyarakat. Ke depannya, ia berencana memperluas area tanam dan menggandeng warga sekitar yang ingin belajar teknik budidaya kangkung hidroponik maupun organik.