PALEMBANG, NUSANTARATODAY.ID — Teka-teki identitas bocah laki-laki yang ditemukan telantar di kawasan Kelurahan 14 Ulu akhirnya terjawab. Muhammad Fahri, balita berusia lima tahun yang sempat membuat panik keluarganya, kini telah resmi diserahkan kembali ke pangkuan orang tuanya di Mapolsek Seberang Ulu (SU) II Palembang, Rabu (24/6/2026) siang.
Peristiwa mendebarkan ini bermula sekitar pukul 10.00 WIB. Fahri, yang dikenal jarang keluar rumah, menyelinap pergi dari kediamannya di Jalan KH Azhari, Lorong Jambe, Kelurahan 14 Ulu, tanpa disadari oleh pihak keluarga. Bocah mungil itu terus berjalan kaki sendirian hingga sejauh dua kilometer.
Saat kejadian, sang ayah, M. Agung Saputra (34), sedang mengais rezeki di kawasan KM 18 Talang Kelapa. Sementara ibunya, Ramadona, tengah sibuk mengasuh adik Fahri yang masih berusia dua tahun.
Dua jam berselang, sekitar pukul 12.00 WIB, warga RT 16 / RW 04 Kelurahan 14 Ulu mulai menaruh curiga melihat seorang anak berpakaian merah berjalan kebingungan tanpa pendamping. Menyadari bocah tersebut tersesat, Ketua RT 16, Syaiful, langsung berinisiatif mengamankan Fahri ke kediamannya di samping Gang Rawo-Rawo.
Karena personel Bhabinkamtibmas setempat sedang bertugas mengamankan unjuk rasa, informasi penemuan ini langsung diteruskan ke Mapolsek Seberang Ulu II.
Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Seberang Ulu II, Kompol Dedi Rahmad Hidayat, S.H., langsung turun tangan ke lokasi. Guna menenangkan Fahri yang tampak trauma dan ketakutan, Kompol Dedi secara spontan langsung menggendong dan membujuk bocah tersebut, lalu membawanya ke Mapolsek menggunakan mobil dinas.
Setibanya di Mapolsek sekitar pukul 12.20 WIB, petugas sempat kesulitan menggali informasi karena Fahri cenderung tertutup. Demi mencairkan suasana dan menghapus rasa takut sang anak, Kompol Dedi dengan telaten menyuapinya makanan hingga mengajaknya bermain di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).
Titik terang akhirnya datang sekitar pukul 13.20 WIB. Sang ayah, M. Agung Saputra, tiba di Mapolsek SU II dengan wajah pucat dan panik. Ia langsung bergegas setelah mendapat kabar dari istrinya dan tetangga bahwa ada anak berbaju merah dengan ciri khusus bekas luka di kening tengah diamankan polisi.
Isak tangis haru pun pecah di ruang SPKT saat Agung kembali memeluk erat putra tercintanya. Sembari mendekap Fahri, Agung menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada Kompol Dedi Rahmad Hidayat, jajaran kepolisian, serta perangkat RT dan warga.
”Terima kasih banyak kepada Bapak Kapolsek dan jajaran yang sudah mengamankan anak saya yang hilang karena keteledoran kami. Terima kasih juga untuk warga dan semua pihak yang telah membantu,” ungkap Agung.
Menyikapi kejadian ini, Kapolsek Seberang Ulu II, Kompol Dedi Rahmad Hidayat, S.H., memberikan imbauan penting kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua. Beliau mengingatkan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.
Kapolsek meminta para orang tua untuk selalu waspada dan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak balita, meskipun sedang sibuk dengan urusan rumah tangga. Untuk menghindari anak keluar tanpa pengawasan, orang tua diimbau memastikan pintu pagar atau rumah selalu dalam keadaan aman dan terkunci apabila anak sedang bermain di dalam.
Selain itu, penting juga memberikan edukasi sejak dini dengan mengajarkan anak secara perlahan untuk menghafal nama orang tua, alamat rumah, serta nomor telepon yang bisa dihubungi jika sewaktu-waktu mereka terpisah.
Di sisi lain, Kompol Dedi sangat mengapresiasi kepekaan warga RT 16 Kelurahan 14 Ulu yang cepat tanggap dalam mengamankan anak tersebut dan langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Sinergitas positif antara warga dan aparat seperti inilah yang diharapkan dapat terus menjaga kondusifitas Kamtibmas di wilayah hukum Polsek SU II.





