Gandeng UMKABA, Lapas Kendal Bekali Warga Binaan Strategi Manajemen Stres

Berry Pratama
2 min
IMG 20260619 184305
A-AA+A++

KENDAL, NUSANTARATODAY.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendal terus memperkuat sinergi dengan dunia akademik demi mendongkrak kualitas pembinaan. Berkolaborasi dengan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kendal Batang (UMKABA), Lapas Kendal menggelar penyuluhan kesehatan mental bertajuk “Manajemen Stres” bagi para warga binaan pada Jumat (19/6).

​Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan implementasi nyata dari Mata Kuliah Keperawatan Jiwa dan Psikososial sekaligus wujud pengabdian masyarakat. Program ini bahkan telah berjalan konsisten sebanyak tiga kali secara rutin setiap pekan.

​Dalam sesi kali ini, sembilan mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan UMKABA turun langsung mengedukasi 20 warga binaan. Mereka diajak untuk mengenali, mengelola, dan mengendalikan stres selama menjalani masa pidana. Dikemas secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, dan tanya jawab, para warga binaan diajarkan teknik-teknik taktis dan sederhana untuk menjaga stabilitas mental mereka.

Baca Juga :  Mangkrak Dan Viral, Kejari Lampung Utara Bidik Dugaan Penyimpangan Dana KWT Bumi Agung Marga

​Kepala Lapas Kelas IIA Kendal, Ary Nirwanto, menegaskan bahwa kesehatan mental adalah pilar krusial dalam keberhasilan proses pembinaan. Menurutnya, pembinaan yang paripurna tidak boleh hanya bertumpu pada keahlian fisik dan keterampilan kerja, tetapi juga wajib menyentuh aspek psikologis.

​”Kami menyambut baik kolaborasi berkelanjutan ini. Ini sejalan dengan komitmen Lapas Kendal untuk menghadirkan pembinaan yang komprehensif. Melalui penyuluhan ini, kami ingin warga binaan memiliki daya resiliensi (ketahanan) yang kuat terhadap stres, sehingga mereka bisa menjalani masa pidana secara positif, produktif, dan benar-benar siap berintegrasi kembali ke masyarakat,” ujar Ary.

Baca Juga :  Dugaan Sabu Dilapas Way Kanan Memanas, Warga Binaan Positif Urine Tak Kunjung Dipindah

​Materi edukasi yang dibedah meliputi anatomi stres, faktor pemicu, dampaknya terhadap kesehatan fisik dan mental, hingga strategi intervensi mandiri. Warga binaan dilatih menerapkan pola pikir positif, teknik relaksasi, serta regulasi emosi. Pendekatan ini dinilai vital karena kemampuan mengelola stres linier dengan peningkatan kesejahteraan psikologis (psychological well-being) yang menentukan keberhasilan reorientasi perilaku mereka.

​Kolaborasi adaptif antara Lapas Kelas IIA Kendal dan UMKABA ini menjadi bukti nyata bagaimana pendekatan edukatif mampu menyentuh dinding pemasyarakatan. Melalui perluasan program yang mengintegrasikan aspek kesehatan, pendidikan, dan penguatan karakter ini, Lapas Kendal optimistis para warga binaan akan keluar sebagai individu baru yang lebih siap, matang, dan bermanfaat bagi masyarakat luas setelah menyelesaikan masa pidananya.