Menginjak Usia 80 Tahun, Lampung Utara Perkuat Fondasi Moral dan Spiritual Melalui Pengajian Akbar

No

Berry Pratama
2 min
IMG 20260618 111150
A-AA+A++

LAMPUNG UTARA, NUSANATARATODAY.ID – Halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Lampung Utara mendadak teduh dalam kekhusyukan. Ribuan masyarakat yang datang dari 23 kecamatan tumpah ruah, memadati area luar untuk menghadiri Pengajian Akbar yang menjadi magnet spiritual dalam rangkaian peringatan Hari Lahir ke-80 Kabupaten Lampung Utara, Rabu (17/6/2026).

​Momentum delapan dekade ini tidak sekadar dirayakan dengan kemeriahan visual, melainkan dibalut dengan refleksi mendalam atas perjalanan panjang pembangunan daerah. Di hari yang sama, kepedulian sosial juga nyata berdenyut lewat aksi bakti sosial dan donor darah yang digelar untuk masyarakat.

​Agenda sakral ini dihadiri langsung oleh Bupati Lampung Utara, Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si., bersama Wakil Bupati Romli, S.Kom., S.H., M.H. Kehadiran mereka bersanding erat dengan unsur Forkopimda, jajaran DPRD, Sekretaris Daerah Dra. Intji Indriati, M.H., serta para tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan.

​Suasana pengajian terasa kian hidup dan memikat berkat kolaborasi apik antara Ustadz Hasan Kosasih dan komedian nasional Aziz Gagap. Keduanya berhasil mengemas tausiah religius dengan bumbu humor yang segar, tanpa menghilangkan esensi pesan moral yang disampaikan kepada jamaah.

Baca Juga :  Mangkrak Dan Viral, Kejari Lampung Utara Bidik Dugaan Penyimpangan Dana KWT Bumi Agung Marga

​Dalam orasi budayanya, Bupati Hamartoni Ahadis menegaskan bahwa Pengajian Akbar ini adalah representasi rasa syukur kolektif atas segala berkah dan capaian yang telah diraih Lampung Utara.

​”Pengajian ini bukan sekadar seremonial tahunan. Ini adalah ruang jeda bagi kita untuk merefleksikan perjuangan para pendahulu, sekaligus mengetuk pintu langit memohon keberkahan agar Lampung Utara kian maju dan sejahtera,” ungkap Bupati Hamartoni.

​Beliau juga mengingatkan bahwa indikator keberhasilan suatu daerah tidak boleh hanya terpaku pada megahnya infrastruktur atau laju pertumbuhan ekonomi. Kualitas moral dan kekuatan spiritual masyarakat adalah jangkar utama kemajuan yang berkelanjutan.

​”Pembangunan yang hakiki adalah ketika kemajuan fisik berjalan beriringan dengan kokohnya keimanan, ketakwaan, dan karakter masyarakat yang berakhlak mulia,” tegasnya.

Baca Juga :  DPR RI Komisi XI Surati Syaiful Bahri, S.H, Balasan Melaporkan Kepala Bea Cukai Madura

​Lautan jamaah yang memadati lokasi menjadi bukti sahih bahwa nilai-nilai religius dan semangat gotong royong masih mengakar kuat di hati masyarakat Lampung Utara. Momentum emas HUT ke-80 ini menjadi alarm pengingat bahwa masa depan daerah tidak bisa diukir oleh pemerintah sendirian; butuh sinergi dari seluruh elemen warga, tokoh agama, dan organisasi sosial.

​Lewat semangat syukur dan kebersamaan ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara optimis momentum hari jadi ke-80 dapat menjadi batu pijakan baru untuk mempererat persatuan, meningkatkan kualitas SDM, serta mempercepat pembangunan yang berbasis nilai-nilai ketuhanan.

​”Delapan dekade bukanlah perjalanan yang singkat. Melalui Pengajian Akbar ini, Lampung Utara kembali meneguhkan komitmennya: bahwa kemajuan daerah yang sejati harus tegak berdiri di atas fondasi iman, persatuan, dan kepedulian sosial.”