Terjaring Operasi Pekat, 17 Wanita di Pemalang Dikirim ke Panti Rehabilitasi Surakarta

Berry Pratama
2 min
IMG 20260617 224146
A-AA+A++

PEMALANG, NUSANTARATODAY.ID – Sebanyak 17 wanita yang diduga berprofesi sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) resmi dikirim ke Panti Rehabilitasi Sosial Wanita “Wanodyatama” di Kota Surakarta. Langkah ini diambil guna membekali mereka dengan keterampilan kerja agar siap kembali ke masyarakat dan memulai kehidupan sosial yang mandiri serta normatif.

​Belasan wanita tersebut dikirim setelah terjaring Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang digelar oleh Satpol PP Kabupaten Pemalang di kawasan warung remang-remang, Desa Ujunggede, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

​Dalam operasi senyap tersebut, petugas mengamankan total 23 orang. Namun, setelah melalui proses pemeriksaan intensif, 17 di antaranya terbukti sah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Pemalang Nomor 12 Tahun 2019 tentang Penanggulangan Pelacuran.

Baca Juga :  Karutan Pemalang Sampaikan Amanat Kepala BPIP Pada Peringatan Hari Lahir Pancasila

​Kabid Trantibumlinmas Satpol PP Pemalang, Agus Sarwono, menegaskan bahwa seluruh pelanggar telah menjalani pendataan ketat untuk mengidentifikasi sejauh mana keterlibatan mereka dalam pelanggaran perda tersebut.

​”Semalam seluruhnya kami periksa dan mintai keterangan secara mendalam. Hasilnya, 17 orang terbukti melanggar aturan,” ujar Agus pada Rabu malam (17/6).

​”Kami langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk penanganan lanjutan. Malam ini juga, mereka kami berangkatkan ke Panti Rehabilitasi Sosial Wanita Wanodyatama di Solo (Surakarta),” imbuhnya.

​Di panti rehabilitasi milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut, para warga binaan akan mengikuti program pemulihan dan pemberdayaan intensif selama 3 hingga 6 bulan.

Baca Juga :  Tutup Celah Titipan Dan Pungli, Kepsek SMAN 1 Tanjung Raja Garansi SPMB 2026 Bersih

​”Di sana mereka akan dibekali pelatihan vokasional, seperti menjahit dan keterampilan usaha lainnya. Harapannya, begitu keluar, mereka memiliki modal keahlian untuk membuka lembaran baru,” jelas Agus.

​Sebagai informasi, operasi gabungan ini dimotori oleh Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pemalang, serta berkolaborasi dengan Dinas Sosial dan KBPP Kabupaten Pemalang.

​Bergerak sejak pukul 21.00 WIB, tim menyisir sejumlah titik krusial yang disinyalir kuat menjadi episentrum praktik prostitusi terselubung dan peredaran minuman beralkohol. Hasilnya, puluhan orang yang diduga tengah menjajakan diri berhasil diamankan petugas tanpa perlawanan berarti.