Petaka Gas LPG di Sungai Pinang: Tiga Warung Hangus, Satu Nyawa Melayang

Berry Pratama
2 min
IMG 20260614 212250
A-AA+A++

BANYUASIN, NUSANTARATODAY.ID – Suasana malam di kawasan Jalan Lingkar Selatan, Desa Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin mendadak mencekam. Amukan si jago merah menghanguskan sedikitnya tiga kios/warung milik warga setempat. Peristiwa memilukan ini juga menelan satu korban jiwa. Minggu (14/6) malam.

​Informasi yang dihimpun, petaka ini pertama kali dilaporkan oleh seorang warga bernama Didi sekitar pukul 18.50 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, Pos Pemadam Kebakaran Seberang Ulu (SU) I langsung bergerak cepat dengan mengerahkan personel Peleton B di bawah komando Danton Wawan Saputra dan Wadanton Yudion.

​Armada pemadam (Unit 25) tiba di Tempat Kejadian Kebakaran (TKK) pada pukul 19.20 WIB dan langsung melakukan lokalisir api agar tidak meluas ke pemukiman yang lebih padat.

Baca Juga :  Diduga Proyek Siluman, Irigasi Ratusan Juta di Abung Tengah Sengaja Sembunyikan Identitas

​Berdasarkan data awal di lapangan, amuk api diduga kuat dipicu oleh kebocoran tabung gas LPG dari salah satu warung. Karena material bangunan kios yang cenderung mudah terbakar, api dengan cepat menjalar dan melahap habis bangunan milik Sahrul tersebut.

IMG 20260614 212719

​Akibat insiden ini, sebanyak tiga Kepala Keluarga (KK) kehilangan tempat usaha dan tempat tinggal mereka. Sementara itu, total kerugian materil hingga saat ini masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang.

​Tragedi ini meledak menjadi duka mendalam setelah petugas menemukan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seorang wanita paruh baya bernama Ita (50) dinyatakan meninggal dunia akibat terjebak dalam kobaran api.

Baca Juga :  Kantor Lurah Talang Kelapa Palembang Terbakar, Api Diduga Dari Korsleting Mushola

​”Unit tiba di lokasi sekitar pukul 19.20 WIB dan langsung melakukan penanganan. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya, dan seluruh armada dipastikan telah kembali ke posko pada pukul 20.10 WIB,” tulis laporan resmi dari petugas pemadam kebakaran.

​Pihak kepolisian setempat kini tengah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna memastikan penyebab pasti serta kronologi lengkap di balik insiden kebakaran maut ini.